KENDAL — Hari pertama masuk sekolah di SMAN 1 Gemuh berlangsung berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sebanyak 288 siswa baru tidak disambut dengan tugas-tugas tidak mendidik atau senioritas yang menekan, melainkan dengan konsep MPLS yang mengedepankan rasa aman dan nyaman.
Konsep Ramah Anak Gantikan Tradisi Orientasi Lama
Kepala SMAN 1 Gemuh, Siti Ekowati, secara simbolis membuka kegiatan tersebut melalui upacara di halaman sekolah. Ia menyematkan tanda peserta kepada perwakilan siswa sebagai penanda dimulainya MPLS Tahun Ajaran 2026/2027.
"Kami ingin kesan pertama anak-anak terhadap sekolah adalah rasa nyaman dan bahagia. Karena itu, MPLS kami laksanakan dengan konsep ramah anak," ujar Siti Ekowati.
Karakter Jadi Fondasi Sebelum Akademik
Pada hari pertama, materi yang diberikan tidak langsung menyentuh pelajaran akademik. Pihak sekolah justru memprioritaskan pengenalan lingkungan sekolah dan pembentukan karakter. Nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, dan saling menghargai coba ditanamkan sejak awal.
"Anak-anak harus memiliki karakter yang kuat, disiplin, bertanggung jawab, dan saling menghargai. Nilai-nilai itu kami tanamkan sejak hari pertama mereka menjadi bagian dari keluarga besar SMAN 1 Gemuh," kata Siti Ekowati.
Seluruh Kegiatan di Bawah Pendampingan Guru
Berbeda dengan orientasi siswa di masa lalu, seluruh rangkaian MPLS di SMAN 1 Gemuh berada di bawah pengawasan ketat guru dan panitia sekolah. Materi yang disusun mengacu pada pedoman MPLS Ramah Anak, memastikan setiap aktivitas bersifat edukatif dan inspiratif tanpa tekanan.
Selain diperkenalkan dengan ruang kelas, laboratorium, dan perpustakaan, para siswa baru juga diajak mengenal berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Langkah ini diambil agar mereka memiliki wadah untuk mengembangkan minat dan bakat sejak awal masa sekolah.