Pencarian

SDN 8 Kranji Purwokerto Hanya Dapat 3 Murid Baru, Dinas Pendidikan Banyumas Buka Pendaftaran Offline

Senin, 13 Juli 2026 • 17:29:31 WIB
SDN 8 Kranji Purwokerto Hanya Dapat 3 Murid Baru, Dinas Pendidikan Banyumas Buka Pendaftaran Offline
Hanya tiga murid baru mengikuti MPLS di SDN 8 Kranji Purwokerto pada tahun ajaran ini.

PURWOKERTO — Suasana Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN 8 Kranji tetap berlangsung lancar meskipun jumlah siswa baru yang tercatat hanya tiga orang. Padahal, kuota ideal untuk satu rombongan belajar di sekolah tersebut adalah 28 siswa. Dari luar pagar sekolah, terdengar suara anak-anak bernyanyi mengikuti kegiatan MPLS hari pertama.

Kursi Kosong Bisa Diisi Lewat Perpindahan Siswa

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Wahyu Adhi Febrinto, menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi akibat pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) secara online. Sejak awal, terdapat delapan SMP dan 61 SD di Banyumas yang kekurangan kuota peserta didik baru.

"Kemarin sesuai Permendikdasmen, apabila sekolah kuotanya belum terpenuhi bisa mengajukan izin kepada Bupati. Kemarin Bapak Bupati sudah mengizinkan sekolah membuka pendaftaran offline agar siswa yang mendaftar tetap bisa masuk di hari pertama sekolah ini," kata Wahyu di kompleks Pendopo Bupati Banyumas.

Ia menambahkan, kursi kosong di SDN 8 Kranji masih bisa diisi melalui perpindahan siswa dari sekolah lain setelah semester satu atau dua berjalan. "Nanti apabila ada yang mau pindah, setelah semester satu atau semester dua masih bisa masuk ke SD yang masih memiliki kuota kursi tersebut," ujarnya.

Awalnya Hanya Satu Calon Siswa Saat Pendaftaran Online

Kepala SDN 8 Kranji, Nur Laila, mengungkapkan bahwa saat SPMB online dibuka, sekolahnya sempat hanya mendapatkan satu calon siswa baru. Angka ini jauh menurun dibandingkan tahun lalu yang menerima 22 siswa baru melalui sistem pendaftaran offline.

"Dari awal SPMB online dibuka kami memang hanya mendapatkan satu siswa. Kemudian setelah ada arahan Bupati Banyumas dibuka pendaftaran offline, alhamdulillah ada peningkatan. Jadi kami totalnya tujuh, begitu dengan yang pindahan untuk SD Negeri 8 Kranji seperti itu," kata Laila.

Selain tiga siswa kelas 1, sekolah juga menerima empat siswa pindahan yang masuk ke kelas 2. Total keseluruhan siswa baru yang diterima menjadi tujuh orang.

Tiga Faktor Penyebab Sepi Peminat: Lokasi, Adaptasi Sistem, dan Generasi Pandemi

Nur Laila menyebutkan setidaknya ada tiga faktor yang menyebabkan minimnya jumlah pendaftar di SDN 8 Kranji. Pertama, tahun ini merupakan kali pertama penerapan SPMB online di jenjang SD, sehingga sosialisasi dinilai belum maksimal.

"Ini kebijakan baru sehingga perlu adaptasi. Mungkin juga sosialisasi belum maksimal sehingga informasi tentang SPMB online belum sepenuhnya dipahami masyarakat," ujarnya.

Kedua, faktor letak geografis sekolah yang tidak berada di jalur utama. "Secara geografis letaknya tidak berada di jalur utama, sekolah kami masuk ke dalam. Di samping itu juga bersebelahan dengan sekolah-sekolah yang lebih besar," jelas Laila.

Ketiga, jumlah anak usia sekolah dasar tahun ini memang menurun karena merupakan generasi yang lahir pada masa pandemi COVID-19. "Calon siswa baru memang tidak terlalu banyak. Kalau ditarik ke belakang, mereka adalah generasi COVID, sehingga jumlah anaknya juga lebih sedikit," katanya.

Meskipun jumlah murid sedikit, Wahyu memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan normal. "Pembelajaran tetap dilaksanakan seperti biasa. Tidak ada permasalahan jumlah berapa pun siswanya," tegasnya.

Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks