JAWA TENGAH — Perjalanan Spanyol di Piala Dunia 2026 dibangun di atas pertahanan solid yang hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen. Tim asuhan Luis de la Fuente menyingkirkan Austria, Portugal, Belgia, dan Prancis dalam langkah menuju partai puncak. Di balik konsistensi itu, tiga pemain Arsenal ikut menjadi bagian penting dalam skuad.
Mikel Merino: Pahlawan dari Bangku Cadangan
Mikel Merino menjadi nama yang paling menonjol di antara trio Arsenal. Gelandang berusia 30 tahun itu dua kali mencetak gol penentu setelah masuk sebagai pemain pengganti pada fase gugur. Kemampuannya membaca ruang dan hadir di momen kritis membuat perannya semakin vital seiring kompetisi berjalan.
Merino bukan pilihan utama, tetapi kontribusinya mengubah jalannya pertandingan. Ketika laga memasuki menit-menit akhir, ia berkali-kali menjadi pembeda yang membantu Spanyol melewati laga ketat. Kepercayaan pelatih terhadapnya pun terus bertambah.
Raya dan Zubimendi: Belum Bermain, Tetap Berharga
Berbeda dengan Merino, David Raya dan Martin Zubimendi belum mencatat satu menit bermain di Piala Dunia 2026. Posisi kiper masih ditempati Unai Simon yang tampil konsisten, sementara Rodri memegang kendali di lini tengah. Meski demikian, kehadiran mereka menjaga kedalaman skuad yang menjadi faktor stabilitas Spanyol.
Kedalaman tim menjadi salah satu alasan La Roja mampu tampil stabil hingga final. Raya dan Zubimendi tetap menjadi bagian penting dalam keseimbangan skuad meski belum mendapat kesempatan turun ke lapangan.
Final Melawan Argentina: Ambisi Mengembalikan Spanyol ke Puncak
Tantangan terakhir datang dari Argentina, juara bertahan yang menunjukkan mental juara setelah membalikkan keadaan saat menghadapi Inggris di semifinal. Bagi trio Arsenal, laga ini memiliki makna lebih dari sekadar pertandingan final. Mereka berpeluang mengakhiri musim internasional dengan gelar Piala Dunia sebelum kembali ke Arsenal.
Keseimbangan antara pemain muda seperti Lamine Yamal dan Pau Cubarsi dengan sosok berpengalaman seperti Rodri dan Fabian Ruiz menjadi kekuatan Spanyol. Jika berhasil melewati rintangan terakhir, Merino, Raya, dan Zubimendi akan tercatat sebagai bagian dari generasi yang mengembalikan La Roja ke puncak sepak bola dunia. Pencapaian itu juga menjadi catatan berharga bagi Arsenal atas kontribusi pemainnya dalam perjalanan juara.