Pencarian

Pemkab Tegal Dorong Guru Jadi Garda Terdepan Revitalisasi Bahasa Jawa di Sekolah

Selasa, 21 Juli 2026 • 13:03:31 WIB
Pemkab Tegal Dorong Guru Jadi Garda Terdepan Revitalisasi Bahasa Jawa di Sekolah
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, Winarto, memberikan sambutan dalam sosialisasi revitalisasi Bahasa Jawa di Slawi.

SLAWI — Revitalisasi Bahasa Jawa di Kabupaten Tegal tidak lagi sekadar wacana. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat mulai menyentuh aktor paling strategis di sekolah: para guru.

Mengapa Guru Jadi Kunci Pelestarian Bahasa Jawa?

Winarto, Plt Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Tegal, menyebut guru memegang tiga peran sekaligus dalam ekosistem pelestarian bahasa daerah. Pertama, sebagai teladan nyata karena berinteraksi langsung dengan siswa setiap hari. Kedua, sebagai pembentuk karakter yang menerapkan bahasa daerah dalam keseharian. Ketiga, sebagai pembangun rasa bangga agar siswa tidak malu menuturkan Bahasa Jawa.

"Melalui Bahasa Jawa, anak didik kita belajar soal tata krama, menghormati orang lain, cinta budaya sendiri, dan membangun karakter yang baik," tegas Winarto dalam sambutannya.

Bukan Sekadar Lomba, Pembinaan Harus Berkelanjutan

Dalam sosialisasi yang digelar di Slawi itu, Winarto meminta para pendidik yang hadir untuk segera merancang program pembinaan di masing-masing sekolah. Ia mengingatkan agar upaya ini tidak bersifat instan atau sekadar formalitas saat ada perlombaan.

Proses edukasi, kata dia, harus berjalan secara konsisten dan berkesinambungan sejak dini. Bahasa daerah disebutnya sebagai pusaka budaya yang kaya akan ajaran moral, tata krama, serta nilai identitas diri masyarakat Jawa.

Sinergi Lintas Sektor untuk Mengakar Kembali Bahasa Ibu

Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari sinergi yang telah dibangun sebelumnya bersama Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah. Winarto menekankan bahwa pemerintah, sekolah, guru, orang tua, hingga masyarakat luas harus bergerak bersama untuk melestarikan bahasa ibu.

Lewat pembiasaan harian di lingkungan sekolah dan rumah, anak-anak serta penutur muda diharapkan bangga menuturkan Bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari. Target ke depan, para siswa siap mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu sebagai ajang aktualisasi hasil pembinaan.

Bagikan
Sumber: jateng.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks