PEKALONGAN — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan, Yulian Akbar, menyatakan pihaknya telah memiliki daftar panjang ruas jalan yang rusak dan menjadi prioritas penanganan. Pernyataan itu disampaikan usai menerima audiensi LSM Pejuang 24 bersama perwakilan warga Desa Mulyorejo dan Desa Tegal Dowo di Kantor Bupati Pekalongan, Jumat, 21 Agustus 2026.
“Pemerintah sudah punya long list. Melalui Dinas Pekerjaan Umum sudah punya long list daftar jalan-jalan yang rusak yang akan kita perbaiki dalam jangka waktu 2-3 tahun ke depan,” kata Yulian dalam pertemuan yang juga dihadiri Kepala DPU Taru Murdiarso serta Kepala Dinas Perkim LH Muhammad Abduh Gazali tersebut.
Anggaran Bertahap hingga Rp100 Miliar per Tahun
Yulian merinci, total kebutuhan anggaran untuk fokus perbaikan jalan tersebut mencapai kurang lebih Rp350 miliar. Pada 2026, Pemkab Pekalongan telah mengalokasikan dana untuk beberapa ruas dengan total sekitar Rp50-60 miliar.
Untuk tahun 2027, pemerintah daerah menyiapkan anggaran minimal Rp100 miliar melalui KUA-PPAS. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah apabila kondisi transfer daerah mendukung.
“Seharusnya Rp150 miliar, tapi minimal itu kita kunci di angka Rp100 miliar,” jelasnya.
Prioritas Pengerjaan dan Target 2029
Pengerjaan jalan akan dilakukan secara bertahap berdasarkan skala prioritas. Dengan pola penganggaran yang telah disusun, Pemkab Pekalongan menargetkan seluruh daftar pekerjaan perbaikan jalan dapat dituntaskan hingga 2029.
“Long list-nya sudah ada, tinggal kita menentukan prioritas yang mana. Sampai 2029 kita akan selesaikan itu, untuk fokus jalan,” tegas Yulian.
Jalan Karangjompo-Mulyorejo Segera Dikerjakan
Salah satu ruas yang menjadi perhatian dalam audiensi adalah jalan Karangjompo-Mulyorejo. Yulian menyebut sebagian ruas tersebut telah dianggarkan dan ditargetkan mulai dikerjakan dalam waktu sekitar satu minggu hingga sepuluh hari ke depan.
“Meskipun jumlahnya mungkin relatif masih kecil, tapi kita berkomitmen menyelesaikan secara bertahap dan kita akan cek lagi. Jika memang memungkinkan, kita akan tambah lagi di perubahan anggaran ini,” katanya.
Audensi tersebut digelar untuk membahas sejumlah persoalan infrastruktur, khususnya kondisi jalan di wilayah Pekalongan Utara yang selama ini dikeluhkan warga.