JAWA TENGAH — Kementerian Sosial menyediakan layanan pengecekan status bantuan sosial 2026 secara daring. Warga cukup menyiapkan NIK KTP untuk mengetahui apakah keluarga mereka terdaftar sebagai penerima PKH, BPNT, bantuan beras, atau bantuan kesehatan.
Hasil pengecekan juga memperlihatkan posisi keluarga dalam desil kesejahteraan 1-10. Angka ini jadi acuan utama pemerintah menentukan siapa yang berhak menerima bantuan tahun ini.
Dua Cara Cek Status Bansos dengan NIK KTP
Ada dua jalur resmi yang bisa dipakai, keduanya gratis dan bisa diakses kapan saja lewat HP.
Lewat situs Kemensos:
- Buka browser di HP atau laptop
- Kunjungi https://cekbansos.kemensos.go.id
- Masukkan NIK 16 digit sesuai KTP
- Isi kode captcha yang muncul
- Klik Cari Data
Hasilnya akan menampilkan nama, alamat, status bansos yang diterima, dan kategori desil keluarga.
Lewat aplikasi Cek Bansos:
- Unduh aplikasi Cek Bansos di Play Store atau App Store
- Login atau buat akun baru dengan mengunggah foto KTP dan swafoto
- Pilih menu Cek Bansos
- Masukkan NIK, sistem akan menampilkan status bansos dan desil keluarga
Kemensos mengimbau masyarakat hanya memakai situs dan aplikasi resmi. Tujuannya menghindari penipuan data yang mengatasnamakan petugas bansos.
Apa Itu Desil dalam DTSEN?
Sejak 2026, pemerintah memakai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan sistem desil untuk mengelompokkan tingkat kesejahteraan keluarga. Desil adalah pengelompokan keluarga berdasarkan kondisi sosial-ekonomi dari 1 sampai 10.
Semakin kecil angkanya, semakin rentan kondisi keluarga tersebut.
- Desil 1 (miskin ekstrem): potensi menerima PKH, BPNT, dan bantuan beras
- Desil 2 (miskin): potensi menerima PKH dan BPNT
- Desil 3 (hampir miskin): potensi menerima PKH dan BPNT
- Desil 4 (rentan miskin): potensi menerima PKH dan BPNT
- Desil 5 (menuju menengah): bisa diusulkan sebagai penerima PBI-JK jaminan kesehatan
- Desil 6-10 (menengah sampai atas): umumnya tidak menerima bansos
Bansos 2026 yang Bisa Dicek
Pemerintah masih menyalurkan sejumlah bantuan utama tahun ini. Berikut rinciannya berdasarkan data yang dirilis Kemensos.
Beras 30 kg. Disalurkan periode Juli-September 2026 untuk 33,24 juta keluarga penerima manfaat. Total distribusi mencapai 997.200 ton beras senilai Rp17,52 triliun. Data diambil dari DTSEN desil 1-4.
PKH dan BPNT. Penyaluran tetap berjalan setiap dua bulan. PKH mengacu pada desil 1-4, sedangkan BPNT mengacu pada desil 1-5.
Desil Bukan Penentu Tunggal
Kemensos menegaskan status desil bukan satu-satunya penentu penerima bansos. Pemerintah tetap melakukan verifikasi dan validasi lapangan melalui Dinas Sosial kabupaten/kota sebelum nama ditetapkan sebagai penerima.
Data DTSEN juga terus dimutakhirkan. Jika kondisi ekonomi keluarga berubah, warga bisa mengajukan pemutakhiran data lewat kelurahan atau aplikasi Cek Bansos agar masuk basis data penerima berikutnya.
Waspada Penipuan dan Kanal Pengaduan
Proses cek status bansos tidak dipungut biaya. Warga diminta waspada terhadap pihak yang menawarkan jasa "meloloskan" penerima bansos dengan imbalan uang.
Untuk pertanyaan atau pengaduan, hubungi Call Center Kemensos 171 atau akses langsung cekbansos.kemensos.go.id. Informasi lengkap soal jadwal pencairan per tahap dapat diakses melalui kanal resmi Kemensos dan Dinas Sosial setempat.