SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melaporkan capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menyentuh 8.810.798 orang hingga pertengahan Mei 2026. Angka ini setara dengan 22,91 persen dari total sasaran penduduk di provinsi tersebut.
Uniknya, program nasional ini tidak berjalan sendiri. Pemprov mengawinkannya dengan program bernama Speling, sebuah inisiatif jemput bola yang menyisir kampung-kampung dan pelosok desa. Targetnya jelas: mencegah penyakit menular seperti TBC dan masalah gizi kronis seperti stunting agar tidak meluas.
Kepala Dinas Kesehatan Jateng menyebut integrasi ini mempercepat deteksi dini. "Warga di desa terpencil yang sebelumnya sulit akses ke fasilitas kesehatan kini bisa diperiksa langsung oleh tim medis," ujarnya dalam keterangan resmi.
Mengapa Program Ini Penting Bagi Warga Pedesaan?
Selama ini, akses layanan kesehatan menjadi kendala utama di wilayah terpencil. Banyak warga enggan atau tidak sempat memeriksakan diri ke puskesmas karena jarak dan biaya transportasi.
Dengan Speling, tim kesehatan bergerak dari satu desa ke desa lain. Mereka membawa peralatan skrining untuk TBC, pengukuran tinggi dan berat badan balita, serta pemeriksaan tekanan darah dan gula darah. Semua gratis.
Data Capaian dan Target ke Depan
Capaian 22,91 persen dinilai masih perlu ditingkatkan. Pemprov Jateng menargetkan seluruh warga bisa terlayani secara bertahap hingga akhir tahun. Fokus utama tetap pada daerah dengan prevalensi stunting dan TBC tinggi.
Pemeriksaan di lapangan juga langsung diikuti dengan pemberian obat atau rujukan ke puskesmas terdekat. Tidak ada biaya yang dipungut dari warga.
Bagi warga yang sudah menjalani pemeriksaan, hasilnya langsung tercatat dalam sistem data kesehatan provinsi. Data ini menjadi acuan pemda untuk menentukan desa mana yang perlu intervensi lebih lanjut.
Program Speling sendiri sudah berjalan sejak beberapa bulan lalu dan mendapat sambutan positif dari perangkat desa. Mereka mengaku terbantu karena warganya tidak perlu lagi antre panjang di puskesmas.