Pencarian

Pemkab Kendal Terjunkan Dokter Spesialis ke 56 Desa Lewat Program Speling

Rabu, 06 Mei 2026 • 12:02:54 WIB
Pemkab Kendal Terjunkan Dokter Spesialis ke 56 Desa Lewat Program Speling
Dokter spesialis hadir di Desa Pucangrejo lewat program Speling untuk pelayanan kesehatan lanjutan.

Program jemput bola ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Fokus utamanya adalah memberikan pelayanan medis lanjutan langsung di pemukiman warga, terutama bagi wilayah yang secara geografis jauh dari pusat layanan kesehatan kota.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Kendal, Anita Dianawati, mengungkapkan bahwa pelaksanaan program pada Selasa (5/5/2026) di Desa Pucangrejo, Kecamatan Pegandon, merupakan titik kesembilan dari total target tahun ini.

“Desa Pucangrejo ini merupakan lokasi ke-9. Kami berharap target 56 desa di tahun 2026 dapat tercapai seluruhnya,” ujar Anita saat meninjau pelaksanaan program tersebut.

Target 56 Desa dan Pemerataan Akses Kesehatan

Pemilihan 56 desa sasaran didasarkan pada tingkat kebutuhan masyarakat dan jarak tempuh menuju rumah sakit daerah. Melalui program Speling, Pemkab Kendal ingin memastikan bahwa kualitas layanan kesehatan di tingkat desa setara dengan layanan yang ada di fasilitas kesehatan lanjutan.

Selain menghadirkan dokter spesialis, agenda di lapangan juga dirangkai dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Tenaga kesehatan dari Puskesmas Pegandon turut dikerahkan untuk melakukan pemeriksaan dasar bagi warga yang hadir sebelum mereka berkonsultasi dengan dokter spesialis.

Fokus Layanan Spesialis Obgyn dan Anak

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menjelaskan bahwa jenis dokter spesialis yang diterjunkan bersifat dinamis. Penempatan dokter disesuaikan dengan profil kesehatan dan kebutuhan spesifik masyarakat di lokasi sasaran.

“Setiap lokasi berbeda-beda. Hari ini di Pucangrejo kami fokuskan pada obgyn (kebidanan dan kandungan) serta dokter anak, namun di tempat lain bisa saja ada dokter jiwa maupun spesialis penyakit dalam,” kata Dyah Kartika.

Menurut Bupati, kehadiran dokter spesialis di tingkat desa sangat krusial untuk mendeteksi potensi penyakit berbahaya secara lebih dini. Dengan deteksi awal, penanganan medis lanjutan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif sebelum kondisi pasien memburuk.

“Program ini untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, sehingga penyakit dapat terdeteksi lebih dini dan memudahkan penanganan selanjutnya,” tambahnya.

Respons Warga Terhadap Layanan Rumah Sakit di Desa

Kehadiran layanan spesialis gratis ini mendapat respons positif dari warga setempat. Siti Maemunah, salah satu warga Desa Pucangrejo, mengaku sangat terbantu karena tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh dan mengantre lama di rumah sakit untuk sekadar berkonsultasi dengan dokter spesialis.

“Alhamdulillah sangat membantu, apalagi ini gratis dan ada dokter spesialis. Jadi tidak perlu jauh-jauh ke rumah sakit,” ungkap Siti usai menjalani pemeriksaan.

Pemerintah daerah mengimbau agar warga di desa-desa yang menjadi sasaran berikutnya dapat memanfaatkan momentum ini secara maksimal. Program Speling diharapkan mampu menurunkan angka kesakitan serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kendal secara menyeluruh hingga akhir tahun 2026.

Bagikan
Sumber: joglojateng.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks