KUDUS — Di usianya yang masih belia, Mikayla Kinarian Agusta, seorang siswi asal Mlati Kidul, Kecamatan Kota, Kudus, telah mencatat prestasi yang jarang dimiliki anak seusianya. Ia telah menulis lebih dari 10 buku dan puluhan tulisan lainnya sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD).
Karya pertamanya mengangkat tema kemanusiaan. Cerita itu berkisah tentang seorang pemilik kedai yang bertemu dengan seorang pengemis perempuan tua.
"Ceritanya mengajarkan kita supaya peduli kepada sesama dan tidak merendahkan orang yang lebih tua," jelas Mikayla.
Berawal dari Workshop, Kini Ikut Konferensi Nasional
Ketertarikannya pada dunia tulis-menulis dimulai setelah ia mengikuti sebuah workshop kepenulisan. Dari kegiatan itu, ia mulai memahami cara menyusun cerita hingga akhirnya menghasilkan buku pertamanya.
"Awalnya ikut workshop cara menulis buku. Setelah itu saya membuat cerita pertama saya," ujarnya.
Sejak saat itu, Mikayla semakin aktif mengikuti berbagai kegiatan literasi dan kompetisi menulis. Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah saat mengikuti konferensi penulis cilik KKPK (Kecil-Kecil Punya Karya).
Genre Fantasi dan Aksi Jadi Andalan
Gadis yang duduk di bangku SD ini mengaku gemar menulis genre fantasi dan aksi. Ia terinspirasi dari kisah-kisah populer seperti Harry Potter dan Percy Jackson & the Olympians.
Dalam konferensi penulis cilik KKPK, para peserta diberi tantangan menulis cerita terbaik. Karya yang masuk dalam sepuluh besar akan dibukukan dan dijual di seluruh toko buku Gramedia di Indonesia.
"Di situ ada kompetisi menulis, nanti yang masuk top ten akan dibukukan dan dijual di Gramedia seluruh Indonesia," tuturnya.
Mikayla kini dikenal sebagai sosok yang aktif, kreatif, dan penuh imajinasi di lingkungan sekolahnya. Prestasinya menjadi inspirasi bagi anak-anak seusianya untuk mulai menulis sejak dini.