SEMARANG — PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat lonjakan signifikan jumlah pengguna KA Joglosemarkerto pada empat bulan pertama tahun ini. Tercatat, sebanyak 458.938 pelanggan telah menggunakan layanan kereta dengan pola melingkar tersebut, meningkat dari 411.931 pelanggan pada periode yang sama tahun 2025.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyebut peningkatan ini sejalan dengan tumbuhnya mobilitas masyarakat di berbagai sektor. "Mobilitas masyarakat menjadi lebih efisien karena pelanggan dapat bepergian antarkota untuk pendidikan, pekerjaan, wisata, maupun aktivitas ekonomi lainnya," ujarnya.
Dua Rute Terpadat: Solo-Semarang-Purwokerto dan Sebaliknya
Dari total perjalanan yang ada, dua relasi menjadi penyumbang pelanggan terbanyak. Rute KA 187 yang menghubungkan Solo Balapan–Semarang Tawang–Tegal–Purwokerto–Solo Balapan melayani 168.971 pelanggan. Sementara itu, KA 193 dengan relasi Solo Balapan–Purwokerto–Tegal–Semarang Tawang–Solo Balapan membawa 160.401 pelanggan.
Kedua rute ini membentuk lintasan melingkar yang memungkinkan penumpang menempuh perjalanan tanpa perlu ganti kereta. Pola ini dinilai sangat efisien, terutama bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi antarkota dalam satu hari.
Mengapa Mahasiswa dan Pekerja Jadi Pengguna Utama?
Jawa Tengah dan DIY dikenal sebagai pusat pendidikan nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 mencatat Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi DIY mencapai 74,70 persen, tertinggi di Indonesia. Jawa Tengah juga memiliki konsentrasi kampus besar di Semarang, Solo, Purwokerto, dan Salatiga.
KA Joglosemarkerto menghubungkan kota-kota tersebut dalam satu jalur. Mahasiswa yang tinggal di Solo bisa kuliah di Semarang atau Purwokerto tanpa biaya transportasi yang membengkak. Pekerja kantoran pun memanfaatkan rute ini untuk mobilitas harian atau akhir pekan.
Konektivitas Wisata: Dari Malioboro hingga Lawang Sewu
Selain untuk pendidikan dan pekerjaan, kereta ini juga memperkuat akses ke destinasi wisata unggulan. Jalur Joglosemarkerto menghubungkan Malioboro dan Candi Prambanan di Yogyakarta, Keraton Surakarta dan Kampung Batik Laweyan di Solo, hingga Kota Lama dan Lawang Sewu di Semarang.
KAI menilai tren ini menunjukkan kereta api kini bukan sekadar alat transportasi. "Kereta telah menjadi penggerak aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat lintas kota di Jawa Tengah dan DIY," kata Anne Purba.
Berapa harga tiket KA Joglosemarkerto?
Harga tiket bervariasi tergantung jarak dan kelas layanan. Untuk rute pendek antarkota seperti Solo–Semarang, tarif mulai dari puluhan ribu rupiah. Tiket bisa dipesan melalui aplikasi KAI Access atau kanal resmi lainnya.
Apa keunggulan utama kereta ini dibanding moda lain?
Keunggulan utamanya adalah pola perjalanan melingkar tanpa perlu transit. Penumpang bisa naik di satu stasiun dan turun di stasiun lain dalam satu rangkaian perjalanan, tanpa harus pindah kereta atau membeli tiket baru untuk setiap segmen.
Apakah ada rencana penambahan jadwal perjalanan?
KAI belum mengumumkan penambahan jadwal secara resmi. Namun, melihat lonjakan jumlah penumpang yang konsisten, evaluasi kapasitas dan frekuensi perjalanan terus dilakukan untuk memenuhi permintaan masyarakat.