PEMALANG — Peristiwa tragis menimpa dua atlet dayung asal Pemalang yang tenggelam saat berlatih di sungai pada Sabtu (23/5/2026) kemarin. Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap kedua atlet tersebut, dan kondisi keduanya hingga saat ini belum diketahui.
Kronologi Kejadian: Latihan Rutin Berujung Musibah
Peristiwa nahas itu terjadi saat kedua atlet sedang menjalani latihan rutin di aliran sungai yang berada di wilayah Pemalang. Belum diketahui secara pasti penyebab keduanya tenggelam, namun dugaan sementara adalah arus sungai yang deras atau faktor kelelahan saat berlatih.
Latihan tersebut merupakan bagian dari persiapan routine atlet dayung Pemalang untuk menghadapi sejumlah agenda kompetisi. Namun, musibah ini memaksa kegiatan latihan dihentikan sementara dan fokus dialihkan pada proses pencarian.
Pencarian Terkendala Arus dan Jarak Pandang
Proses pencarian kedua atlet masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polairud, BPBD Pemalang, serta relawan setempat. Lokasi pencarian menyisir sepanjang aliran sungai yang diduga menjadi tempat terakhir kedua atlet terlihat.
Kendala utama di lapangan adalah arus sungai yang cukup deras dan jarak pandang yang terbatas di bawah permukaan air. Tim SAR menggunakan perahu karet dan peralatan selam untuk menyisuri titik-titik yang diduga menjadi lokasi tenggelamnya kedua atlet.
Keluarga dan Rekan Atlet Menunggu di Lokasi
Keluarga dan rekan sesama atlet dayung terlihat menunggu di tepi sungai sejak kabar tenggelamnya kedua atlet tersebut tersebar. Suasana haru menyelimuti lokasi pencarian, dan doa terus dipanjatkan agar keduaya segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Pihak pengurus klub dayung Pemalang belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. Namun, mereka telah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan aparat setempat untuk memantau perkembangan pencarian.
Imbauan Keselamatan bagi Atlet Olahraga Air
Peristiwa ini kembali menyadarkan pentingnya prosedur keselamatan dalam berlatih olahraga air, khususnya di sungai dengan arus yang tidak bisa diprediksi. Penggunaan alat pelampung dan pengawasan dari pelatih atau tim pendukung di darat menjadi hal yang wajib diterapkan.
Tim SAR mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan kedua atlet tersebut. Pencarian akan terus dilakukan hingga kedua korban ditemukan.