SEMARANG — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang memastikan pengawasan di Tanjakan Silayur, Ngaliyan, akan semakin ketat. Instansi tersebut bersiap mendirikan posko taktis dan mengoperasikan Early Warning System (EWS) guna memantau pergerakan truk serta kendaraan besar yang melintasi jalur rawan tersebut.
Faktor Human Error Mendominasi Kecelakaan di Silayur
Kepala Dishub Kota Semarang Danang Kurniawan mengungkapkan, kecelakaan di kawasan Silayur tidak semata-mata disebabkan oleh kondisi jalan. Faktor kendaraan dan kemampuan pengemudi saat menghadapi medan ekstrem juga menjadi penentu utama.
"Masalahnya adalah tidak hanya kondisi jalan, kendaraan, manusia menjadi salah satu faktor saja bisa menyebabkan kecelakaan," jelasnya, Jumat (29/5).
Menurut Danang, faktor human error masih menjadi penyebab dominan. Banyak pengemudi, terutama yang berasal dari luar daerah, dinilai belum memahami karakter jalan menurun dan tanjakan panjang di wilayah Semarang.
Titik Kritis 700 Meter: Pengemudi Sering Terlambat Turunkan Gigi
Dishub mencatat, titik rawan di jalur Silayur membentang sekitar 700 meter. Di segmen ini, teknik berkendara yang tepat sangat diperlukan agar kendaraan tetap terkendali.
"Kendaraannya masih bagus, muatannya juga tidak lebih. Tetapi saat masuk titik kritis, pengemudi terlambat mengoper ke gigi satu," ujar Danang.
Ia menambahkan, banyak kendaraan yang mengalami kecelakaan sebenarnya dalam kondisi layak jalan dan tidak membawa muatan berlebih. Namun, keterlambatan dalam menurunkan gigi saat memasuki titik kritis kerap membuat kendaraan mundur tak terkendali, lepas jalur, hingga menabrak.
Posko Taktis dan EWS Jadi Solusi Pengawasan
Keberadaan posko taktis dan EWS menjadi bagian dari evaluasi keselamatan transportasi, khususnya untuk kendaraan berat. Petugas Dishub akan disiagakan hingga malam hari untuk melakukan pengawasan arus kendaraan.
"Insya Allah nanti ada posko dan pengawasan lebih aman," tuturnya.
Selain membangun posko dan memasang EWS, Dishub Kota Semarang juga akan memperketat pengawasan kendaraan berat bersama kepolisian dan instansi terkait. Pembatasan operasional kendaraan besar pada jam-jam tertentu terus diterapkan untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Tantangan Keterbatasan Personel di Lapangan
Meski berbagai upaya telah dilakukan, Danang mengakui keterbatasan personel masih menjadi tantangan dalam pengawasan di lapangan. Karena itu, keberadaan posko dan sistem peringatan dini diharapkan mampu membantu pengendalian lalu lintas di kawasan rawan tersebut.
"Pengawasan sudah dilakukan, pembatasan juga sudah dilakukan. Harapannya bisa mengurangi tingkat kecelakaan," pungkasnya.