REMBANG — Seekor sapi babon milik Suhadi, seorang peternak di Desa Lodan Wetan, Kecamatan Sarang, ditemukan terperosok ke dalam sumur tua sedalam 12 meter dengan diameter sekitar 2 meter. Hewan ternak itu sebelumnya dilaporkan hilang pada Rabu (27/5/2026) dan baru ditemukan keesokan harinya sekitar pukul 13.00 WIB oleh pemilik yang dibantu warga setempat.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Rembang, Muhammad Luthfi Hakim, mengatakan bahwa setelah menerima laporan pada pukul 13.20 WIB, tim Damkar langsung bergerak menuju lokasi. Petugas tiba di Desa Lodan Wetan sekitar pukul 15.10 WIB dengan membawa satu unit mobil pemadam, satu unit mobil tangki, dan satu unit double cabin.
Teknik Khusus: Sumur Diisi Air untuk Memudahkan Pengangkatan
Proses evakuasi berlangsung cukup alot karena kondisi sumur yang dalam dan sempit. Petugas menerapkan teknik khusus dengan mengikat tubuh sapi terlebih dahulu, lalu mengisi sumur dengan air menggunakan mobil tangki. Langkah ini dilakukan untuk membantu mengapungkan posisi sapi sehingga lebih mudah diangkat ke permukaan.
“Kita terlebih dahulu mengikat sapi, kemudian melakukan pengisian air ke dalam sumur. Kami juga dibantu relawan dari berbagai komunitas,” ujar Luthfi dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).
Kerja Sama Petugas, Relawan, dan Warga Jadi Kunci Keberhasilan
Evakuasi yang berlangsung beberapa jam itu melibatkan puluhan orang, mulai dari personel BPBD, relawan kebencanaan, hingga warga Kampung Lodan Wetan. Suasana tegang sempat menyelimuti lokasi saat sapi berukuran besar itu kesulitan diangkat karena bobotnya yang berat dan lubang sumur yang sempit.
Namun berkat koordinasi yang baik, sapi milik Suhadi akhirnya berhasil ditarik keluar dalam kondisi selamat tanpa cedera berarti. “Alhamdulillah, sapi berhasil diselamatkan,” pungkas Muhammad Luthfi Hakim.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi peternak di wilayah Rembang untuk lebih waspada terhadap sumur-sumur tua yang tidak tertutup di area peternakan atau padang rumput. BPBD setempat mengimbau warga untuk segera melaporkan jika menemukan lubang sumur terbengkalai yang berpotensi membahayakan ternak maupun manusia.