Pencarian

Ribuan Umat Buddha Rayakan Waisak 2570 BE di Candi Sojiwan Klaten, Biksu Serukan Kebijaksanaan untuk Pemimpin Bangsa

Minggu, 31 Mei 2026 • 21:05:36 WIB
Ribuan Umat Buddha Rayakan Waisak 2570 BE di Candi Sojiwan Klaten, Biksu Serukan Kebijaksanaan untuk Pemimpin Bangsa
Ribuan umat Buddha memadati Candi Sojiwan Klaten untuk merayakan Waisak 2570 BE dengan khusyuk.

KLATEN — Ribuan umat Buddha memadati kawasan Candi Sojiwan, Klaten, untuk mengikuti puncak perayaan Waisak 2570 BE. Suasana khusyuk terasa sejak pagi saat para biksu dan umat melakukan mediasi serta pradaksina, atau jalan mengelilingi candi, sebagai bentuk penghormatan kepada Sang Buddha.

Pesan Biksu: Pemimpin Butuh Kebijaksanaan, Bukan Sekadar Kekuasaan

Dalam sambutannya di tengah perayaan, Biksu Sakya Sugata Sthavira dari Sangha Mahayana Indonesia menekankan bahwa perayaan Waisak bukan sekadar ritual tahunan. Ia menyebut momen ini menjadi pengingat bagi para pemimpin bangsa untuk mengedepankan kebijaksanaan dalam setiap pengambilan keputusan.

"Nilai kebijaksanaan harus menjadi landasan utama bagi para pemimpin negara. Tanpa itu, keharmonisan bangsa akan mudah terusik," ujar Biksu Sakya Sugata Sthavira di hadapan ribuan umat yang hadir.

Waisak 2570 BE: Antara Ritual dan Relevansi Sosial

Perayaan Waisak tahun ini terasa berbeda. Selain prosesi keagamaan, Sangha Mahayana Indonesia secara spesifik mengangkat isu keharmonisan bangsa sebagai tema sentral. Hal ini dinilai relevan di tengah dinamika politik dan sosial yang kerap memicu ketegangan.

Para biksu mengajak umat untuk tidak hanya merenungkan ajaran Buddha secara spiritual, tetapi juga mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam interaksi sosial dan kebangsaan. "Cinta kasih dan perdamaian bukan hanya slogan, melainkan praktik nyata yang harus dirawat," tambah Biksu Sakya.

Ribuan Umat Padati Candi Sojiwan Sepanjang Hari

Candi Sojiwan yang berada di kaki Gunung Merapi menjadi pusat kegiatan sejak pagi. Umat datang dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan sekitarnya. Sebagian besar mengenakan pakaian putih, simbol kesucian dalam ajaran Buddha.

Panitia mencatat, jumlah peserta terus bertambah hingga menjelang puncak acara. Meski demikian, rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar. Petugas keamanan dari kepolisian dan relawan setempat disiagakan di beberapa titik untuk mengantisipasi kepadatan.

Perayaan Waisak 2570 BE di Candi Sojiwan menjadi salah satu yang terbesar di Jawa Tengah. Selain prosesi keagamaan, acara juga dimeriahkan dengan pameran budaya dan bazar kuliner khas umat Buddha.

Bagikan
Sumber: radarsolo.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks