GRESIK — Lebih dari tujuh dari sepuluh siswa SMK Muhammadiyah 3 (Matig) Gresik sudah mengantongi surat keputusan kerja atau kontrak dari perusahaan sebelum mereka resmi diwisuda. Data internal sekolah menunjukkan angka tersebut konsisten dalam dua tahun terakhir, menjadikan SMK Matig sebagai salah satu contoh sukses pendidikan vokasi di Jawa Timur.
Kepala SMK Matig Gresik menyebut bahwa capaian ini bukan kebetulan. Pihak sekolah sejak awal telah memetakan kebutuhan tenaga kerja di kawasan industri Gresik dan sekitarnya. Jurusan yang ditawarkan, seperti teknik mesin, otomotif, dan logistik, diselaraskan dengan perusahaan manufaktur dan pergudangan yang beroperasi di dekat sekolah.
Bagaimana Sekolah Memastikan Lulusannya Langsung Terserap?
Kurikulum di SMK Matig Gresik tidak hanya berhenti di teori kelas. Setiap siswa diwajibkan mengikuti program magang industri minimal satu semester penuh di perusahaan mitra. Selama magang, performa siswa dinilai langsung oleh supervisor perusahaan. Nilai baik di tahap ini seringkali berujung pada tawaran kerja tetap sebelum masa magang selesai.
“Kami tidak menunggu lulusan datang melamar. Perusahaan justru yang meminta data siswa berprestasi untuk direkrut lebih awal,” ujar pihak sekolah dalam pernyataan resminya. Pola rekrutmen dini ini disebutnya menguntungkan kedua belah pihak: perusahaan mendapat tenaga terampil siap pakai, siswa tidak perlu menganggur setelah lulus.
Apa Jurusan Paling Dicari Industri?
Jurusan teknik mesin dan logistik menjadi penyumbang angka tertinggi dalam penyerapan kerja awal ini. Permintaan dari perusahaan pergudangan dan manufaktur di kawasan Gresik dan Surabaya dinilai sangat tinggi. Sekolah mencatat beberapa siswa bahkan sudah menerima gaji pertama mereka sebelum teman sekelasnya menjalani wisuda.
Angka 73 persen ini juga menjadi tolok ukur bagi Dinas Pendidikan Jawa Timur dalam mengevaluasi program SMK Pusat Keunggulan. Model kemitraan seperti yang dijalankan SMK Matig dinilai bisa direplikasi di daerah lain yang memiliki kawasan industri serupa.
Apakah Semua Siswa Langsung Kerja di Perusahaan Besar?
Tidak semuanya. Sebagian siswa memilih bekerja di UMKM mitra sekolah atau memulai usaha sendiri setelah lulus. Sekolah tetap mendata mereka sebagai lulusan yang sudah produktif secara ekonomi. Hanya sekitar 27 persen lulusan yang belum memiliki kepastian kerja saat wisuda, dan sebagian besar dari mereka sedang menunggu panggilan kerja dari proses rekrutmen yang masih berjalan.
Berapa Gaji Rata-rata Lulusan SMK Matig Gresik?
Sekolah tidak merilis angka pasti, tetapi menyebut bahwa gaji awal lulusan berada di atas Upah Minimum Kabupaten (UMK) Gresik. Beberapa perusahaan mitra memberikan insentif tambahan bagi lulusan yang memiliki sertifikat kompetensi tambahan, seperti sertifikat operator forklift atau las.
Capaian ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan vokasi di tengah kekhawatiran tingginya angka pengangguran lulusan SMK secara nasional. SMK Matig Gresik membuktikan bahwa dengan pemetaan industri yang tepat dan kemitraan yang serius, lulusan SMK bisa menjadi tulang punggung industri manufaktur nasional.