TEMANGGUNG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan segera melakukan survei di sejumlah wilayah, khususnya Kabupaten Temanggung, Magelang, dan Purworejo. Survei ini bertujuan memetakan jumlah anak putus sekolah serta tingkat akses masyarakat terhadap layanan pendidikan di daerah lereng gunung.
Wilayah Prioritas Survei: Bruno Purworejo hingga Lereng Sumbing
Luthfi secara spesifik meminta pendataan dilakukan di Kecamatan Bruno Kabupaten Purworejo, serta kawasan lereng Merbabu dan Sumbing. Ia ingin mengetahui secara pasti berapa banyak anak yang tidak bisa bersekolah karena faktor jarak dan kemiskinan ekstrem.
"Tolong Dinas Pendidikan adakan survei di Kecamatan Bruno Kabupaten Purworejo, lereng Merbabu dan Sumbing. Anak yang putus sekolah karena jaraknya jauh itu berapa, laporkan ke saya. Kemudian yang tidak bisa sekolah karena miskin ekstrem itu berapa," tegas Luthfi dalam acara yang digelar di Pendopo Kabupaten Temanggung tersebut.
Pemprov Siap Biayai Anak Putus Sekolah Kembali Belajar
Menurut Luthfi, pendidikan merupakan indikator utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemprov Jawa Tengah pun terus memperkuat program pendidikan, termasuk pembiayaan sekolah bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Pada 2025, Pemprov Jateng telah mengalokasikan bantuan pendidikan gratis bagi 5.000 anak dari keluarga miskin yang bersekolah di sekolah swasta melalui program kemitraan. Luthfi menegaskan, anak-anak yang putus sekolah akan dibiayai untuk kembali bersekolah, termasuk kebutuhan pakaian, buku, dan seragam.
"Bagi yang putus sekolah akan kita biayai untuk kembali sekolah, termasuk kebutuhan pakaian, buku, seragam, dan lainnya," ujarnya.
Tujuh Titik Blank Spot Pendidikan di Temanggung Jadi Target Reduksi
Selain mendata anak putus sekolah, survei juga akan memetakan ketersediaan fasilitas pendidikan tingkat SMA dan SMK di wilayah tersebut. Jika kebutuhan pembangunan sekolah baru dinilai mendesak dan lahan tersedia, pemerintah akan mengalokasikan anggaran pembangunan.
Luthfi menyebut, di Kabupaten Temanggung masih terdapat tujuh daerah blank spot pendidikan. Ia meminta agar angka tersebut segera direduksi. "Contohnya di Temanggung masih ada tujuh daerah blank spot pendidikan. Itu harus direduksi. Kalau lahannya tersedia, langsung kita bangun," kata Luthfi.
Sebagai bentuk komitmen, sebelumnya Ahmad Luthfi telah meresmikan SMA Negeri 1 Kemalang di Kabupaten Klaten yang berada di lereng Gunung Merapi. Kawasan tersebut sebelumnya masuk dalam kategori blank spot pendidikan.