SEMARANG — Pelantikan yang digelar di Ballroom Hotel Patra Semarang ini menandai dimulainya kepemimpinan baru Apindo Jawa Tengah di bawah Helmy Tas'an Wartono. Acara dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Apindo Shinta Widjaja Kamdani, jajaran Forkopimda, serta kepala daerah dan akademisi se-Jawa Tengah.
Wagub: Kekuatan Ekonomi Domestik Kunci Hadapi Geopolitik
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menekankan pentingnya menyatukan kekuatan ekonomi domestik. Hal ini dinilai krusial untuk mengurangi ketergantungan pada pasar luar di tengah situasi geopolitik global yang memanas.
"Ketertarikan para pengusaha untuk investasi ke Jawa Tengah ini sangat kuat. Ditambah lagi dengan adanya Apindo yang saat ini baru dilantik, menunjukkan bahwa kebersamaan antara pengusaha dan serikat buruhnya ini benar-benar kuat," ujar Taj Yasin.
Ia berharap kepengurusan baru mampu menjaga kondusivitas wilayah dan mempererat hubungan antara pengusaha dan karyawan.
Ketua Apindo: SDM Unggul dan Infrastruktur Jadi Magnet Investasi
Ketua DPP Apindo Jawa Tengah terpilih, Helmy Tas'an Wartono, menyatakan pelantikan ini merupakan hasil Musyawarah Provinsi ke-XIII pada 15 April 2026. Ia berkomitmen memperkuat ekosistem bisnis dan menciptakan hubungan industrial yang harmonis.
"Jawa Tengah memiliki daya tarik luar biasa, mulai dari SDM unggul hingga infrastruktur terintegrasi yang menjadikannya magnet investasi strategis dalam sepuluh tahun terakhir. Bersama rekan serikat pekerja dan pemerintah, Apindo bertekad menjadi mitra strategis dalam menjaga iklim usaha agar tetap tumbuh, sekaligus memperluas kesempatan kerja," tegas Helmy.
Ketua Umum Apindo: Pekerja Informal Jadi Tantangan Besar
Ketua Umum DPN Apindo Shinta Widjaja Kamdani memaparkan, Jawa Tengah merupakan kontributor PDRB terbesar keempat nasional pada 2025. Realisasi investasi mencapai Rp88,5 triliun dan mampu menyerap lebih dari 400 ribu tenaga kerja.
Namun, Shinta mengingatkan tantangan besar berupa tingginya angka pekerja informal yang harus didorong ke sektor formal. Ia menitipkan pesan kepada pengurus baru: mendorong penciptaan lapangan kerja layak, mengawal regulasi ketenagakerjaan, mengembangkan potensi ekonomi lokal, dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah.
"Sesarengan mbangun, maju bebarengan, bersama-sama membangun, bersama-sama maju," ujarnya.
Diskusi Panel: Strategi Pelaku Usaha Hadapi Tekanan Global
Usai pelantikan, acara dilanjutkan diskusi panel bertajuk "Resiliensi dan Adaptasi Pelaku Usaha di Jawa Tengah dalam Menghadapi Dinamika Perubahan Ekonomi Global dan Tekanan Geopolitik". Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI Joni Marta hadir sebagai narasumber untuk merumuskan solusi strategis bagi pertumbuhan dunia usaha.
Apa Dampaknya bagi Kabupaten Tegal?
Bagi Kabupaten Tegal, kehadiran dalam forum strategis ini bukan sekadar formalitas. Dengan realisasi investasi daerah yang terus tumbuh, sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi pengusaha seperti Apindo menjadi kunci dalam menarik lebih banyak investasi, memperluas lapangan kerja, dan mendorong kesejahteraan masyarakat ke depan.