SUKOHARJO — Warga Sukoharjo dan pengguna jalur Solo-Yogyakarta akan segera menyaksikan wajah baru di kawasan Kartasura. Sebuah masjid megah senilai Rp 21 miliar tengah dibangun di atas lahan eks Terminal Kartasura yang selama bertahun-tahun terbengkalai. Proyek ini menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur keagamaan di Kabupaten Sukoharjo pada tahun ini.
Berapa Luas dan Kapasitas Masjid Kartasura?
Meski detail spesifikasi teknis belum dirilis secara resmi, nilai kontrak sebesar Rp 21 miliar mengindikasikan skala pembangunan yang cukup besar. Lahan eks terminal yang berada di persimpangan strategis antara Solo, Sukoharjo, dan Klaten ini dinilai ideal sebagai lokasi pusat kegiatan keagamaan. Proyek ini dikerjakan oleh kontraktor yang telah ditunjuk melalui proses tender lelang terbuka.
Kenapa Memilih Lokasi Eks Terminal?
Pemilihan lokasi eks Terminal Kartasura bukan tanpa alasan. Kawasan ini selama ini dikenal sebagai titik kemacetan dan pusat aktivitas ekonomi informal. Dengan dialihfungsikan menjadi masjid, pemerintah daerah berharap kawasan tersebut bisa lebih tertata dan memberikan manfaat spiritual bagi masyarakat. Bupati Sukoharjo Etik Suryani menyatakan, pembangunan ini merupakan bentuk komitmen pemkab dalam menyediakan fasilitas ibadah yang representatif di titik-titik strategis.
“Pembangunan Masjid Kartasura didukung melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dengan nilai kontrak sebesar Rp 21 miliar,” ujar Etik Suryani dalam keterangan resminya.
Kapan Proyek Ini Mulai dan Kapan Selesai?
Proses pembangunan fisik telah dimulai pada tahun anggaran berjalan. Target penyelesaian proyek ini dipatok pada akhir tahun 2026. Jika sesuai jadwal, masyarakat sudah bisa memanfaatkan masjid ini untuk salat Jumat dan kegiatan keagamaan lainnya pada awal 2027. Pemerintah daerah juga akan melengkapi area sekitar dengan fasilitas penunjang seperti tempat parkir dan taman.
Apa Manfaat bagi Warga Sekitar?
Keberadaan Masjid Kartasura diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan dakwah bagi warga Kecamatan Kartasura dan sekitarnya. Kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai terminal angkutan umum kini berubah fungsi menjadi ruang publik yang lebih religius dan tertata. Hal ini juga diyakini bisa mengurangi titik kumuh di pusat kota.
Dengan anggaran yang tidak sedikit, pemkab memastikan pembangunan masjid ini akan diawasi secara ketat oleh inspektorat daerah. Transparansi penggunaan dana APBD menjadi perhatian utama agar proyek ini tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Warga pun diimbau untuk ikut mengawal proses pembangunan agar hasilnya maksimal dan tepat waktu.
Bagaimana Nasib Pedagang di Eks Terminal?
Sebelumnya, lahan eks terminal ini sempat menjadi lokasi berjualan sejumlah pedagang kaki lima. Pemerintah daerah telah melakukan relokasi secara bertahap sebelum proyek dimulai. Pemkab Sukoharjo berjanji akan menampung para pedagang di lokasi baru yang telah disediakan agar roda ekonomi mereka tetap berjalan.