JAWA TENGAH — PGN, anak usaha Pertamina yang bertindak sebagai Subholding Gas, melaporkan volume distribusi gas bumi mencapai 777 BBTUD dan volume transmisi 1.539 MMSCFD pada kuartal I 2026. Angka ini mencerminkan peran strategis perusahaan dalam rantai pasok energi nasional, mulai dari rumah tangga, usaha kecil, komersial, industri, hingga pembangkit listrik.
Fondasi Keuangan yang Solid
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menegaskan bahwa infrastruktur yang telah dibangun harus beroperasi secara andal dan optimal. "Yang terus kami jaga adalah bagaimana infrastruktur yang telah dibangun selama ini dapat beroperasi secara andal, dimanfaatkan secara optimal, dan mampu mendukung pertumbuhan kebutuhan energi nasional dalam jangka panjang," ujarnya Jumat (5/6).
Keyakinan itu didukung oleh struktur keuangan yang sehat. Per akhir Maret 2026, rasio utang terhadap modal (DER) PGN berada di level 29% dengan posisi kas US$1,36 miliar. Rasio EBITDA terhadap beban bunga mencapai 21 kali, menunjukkan kemampuan pendanaan yang kuat untuk ekspansi maupun operasional sehari-hari.
PGN juga mempertahankan dividend payout ratio sebesar 80% dari laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk untuk tahun buku 2025. Ini menjadi sinyal positif bagi investor soal komitmen perusahaan menciptakan nilai tambah berkelanjutan.
Proyek Strategis Perkuat Konektivitas
Tak hanya mengoptimalkan infrastruktur eksisting, PGN terus menjalankan proyek-proyek baru. Melalui anak usaha PT Pertamina Gas (Pertagas), perusahaan mengoperasikan Pipa Transmisi Gas Cirebon–Semarang (CISEM) Tahap II. Infrastruktur ini dirancang memperkuat konektivitas penyaluran gas antarwilayah dan meningkatkan fleksibilitas pasokan ke Jawa bagian barat, terutama bagi sektor industri dan kelistrikan.
Selain itu, PGN mengembangkan infrastruktur terintegrasi, memperluas jaringan gas rumah tangga, serta meningkatkan utilisasi aset dan fasilitas energi yang telah dimiliki. Langkah ini diambil untuk menangkap pertumbuhan kebutuhan energi domestik yang terus meningkat.
Dengan basis pelanggan lebih dari 825 ribu pelanggan dan jaringan pipa yang membentang lebih dari 33.000 kilometer, PGN menjadi tulang punggung penyaluran gas bumi ke berbagai sektor strategis di Indonesia. Skala ini menjadi salah satu kekuatan utama perusahaan dalam menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru.
"Kebutuhan energi Indonesia akan terus berkembang. Karena itu kami fokus memastikan PGN memiliki infrastruktur, pasokan, dan kapasitas yang memadai untuk menangkap pertumbuhan tersebut," kata Fajriyah.