PURWOKERTO — Kabupaten Banyumas resmi masuk dalam program pembangunan sekolah terintegrasi nasional. Bupati Sadewo Tri Lastiono menyatakan kawasan Kaliori dipilih karena dinilai strategis untuk melayani masyarakat di wilayah timur dan selatan Banyumas.
Mengapa Bupati Ngotot Memilih Kaliori?
Sadewo mengaku terus mendorong pemerintah pusat agar lokasi sekolah terintegrasi ditempatkan di Kaliori. Alasannya, kawasan itu dinilai mampu memecah kerumunan sekolah yang selama ini terpusat di pusat kota Purwokerto.
"Saya memang ngotot mintanya di daerah Kaliori untuk memecah kerumunan sekolah yang ada di sini," ujarnya usai Rapat Koordinasi Progres Program Percepatan Penanganan Anak Tidak Sekolah di Pendopo Si Panji, Selasa siang.
Manfaat Ekonomi yang Mengikuti Kehadiran Sekolah
Menurut Sadewo, dampak pembangunan sekolah tidak hanya dirasakan sektor pendidikan. Aktivitas ekonomi baru diprediksi tumbuh di sekitar kawasan, mulai dari usaha jasa, perumahan, hingga kebutuhan pokok peserta didik dan tenaga pendidik.
"Kalau benefit ke pemerintah tidak begitu besar, tetapi kepada masyarakat kalau ada sekolahan di situ pasti ekonominya tumbuh," katanya.
Bupati menargetkan Banyumas bisa menjadi kota pendidikan di Jawa Tengah, berbekal potensi yang sudah ada di sektor pariwisata dan perguruan tinggi.
Model Satu Atap untuk Jenjang PAUD hingga SMA
Sekolah terintegrasi merupakan model pendidikan satu atap yang menyatukan jenjang PAUD/SD, SMP, hingga SMA/SMK dalam satu kawasan dan satu manajemen. Program ini menyasar siswa dari keluarga tidak mampu, khususnya desil 3-5, dengan memadukan kurikulum nasional-internasional dan fasilitas vokasi.
Tahapan Realisasi: SD Dulu, Baru Dikembangkan
Bupati menjelaskan pembangunan kawasan pendidikan tersebut akan diawali dengan pembangunan sekolah dasar. Setelah itu, secara bertahap kawasan akan dikembangkan menjadi sekolah terintegrasi yang mencakup jenjang lebih tinggi.
Terkait waktu realisasi, Sadewo mengatakan masih menunggu tahapan perencanaan dan proses pengadaan sesuai ketentuan yang berlaku. "Itu tergantung proses perencanaan dan tender," pungkasnya.