KUDUS — Manajemen Persiku Kudus mulai serius melirik Stadion Sriwedari Solo sebagai alternatif markas utama untuk mengarungi Liga 2 musim depan. Langkah ini diambil setelah klub berjuluk Macan Muria itu mengevaluasi kondisi stadion di Kudus yang dinilai belum memenuhi standar minimal kompetisi.
Ketua Umum Persiku Kudus, melalui pernyataan resmi klub, mengonfirmasi bahwa opsi Stadion Sriwedari masuk dalam pertimbangan matang. “Kami sedang mengkaji semua kemungkinan, dan Sriwedari menjadi salah satu yang paling realistis,” ujar perwakilan manajemen.
Kendal Tornado FC Juga Melirik Venue Bersejarah
Bukan hanya Persiku yang kepincut. Kendal Tornado FC, klub yang juga berpotensi promosi ke Liga 2, dikabarkan tengah menjajaki kemungkinan serupa. Stadion Sriwedari dianggap memiliki nilai historis dan kapasitas yang memadai untuk laga kandang.
Jika kedua klub sama-sama mengajukan Stadion Sriwedari, otoritas pengelola dan operator kompetisi harus menentukan prioritas. Aturan Liga 2 biasanya melarang dua klub berbagi stadion utama dalam satu musim karena benturan jadwal dan logistik.
Mengapa Stadion Sriwedari Jadi Primadona?
Stadion yang terletak di jantung Kota Solo ini memiliki daya tarik tersendiri. Selain aksesnya yang strategis, venue tersebut sudah pernah menjadi markas sejumlah klub Liga 1 dan Liga 2 sebelumnya. Infrastruktur seperti ruang ganti, lampu penerangan, dan kapasitas tribun dinilai lebih siap dibanding beberapa stadion di kota-kota kecil.
Bagi Persiku Kudus, bermarkas di Solo juga punya keuntungan geografis. Jarak Kudus ke Solo yang hanya sekitar satu jam perjalanan darat membuat suporter tetap bisa memberikan dukungan langsung tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Proses Verifikasi dan Batas Waktu Pendaftaran
Keputusan final harus segera diambil dalam waktu dekat. Klub-klub peserta Liga 2 diwajibkan menyerahkan dokumen verifikasi stadion sebelum batas akhir yang ditentukan operator liga. Stadion yang tidak lolos verifikasi berpotensi membuat klub kehilangan hak partisipasi atau dikenai sanksi.
Manajemen Persiku Kudus mengaku masih menunggu hasil inspeksi teknis dari tim verifikator. “Kami tidak ingin terburu-buru. Yang penting stadion yang kami pilih nanti benar-benar layak dan aman bagi pemain serta penonton,” tambah sumber internal klub.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan resmi dari pihak Persiku maupun Kendal Tornado FC terkait stadion mana yang akan dipilih. Namun, nama Stadion Sriwedari Solo terus disebut dalam setiap diskusi internal kedua klub.