Pencarian

Pemkab Batang Siapkan Rp5 Miliar untuk Kapal Keruk Baru, Atasi Sedimentasi Muara Sungai yang Ganggu Nelayan

Rabu, 29 Juli 2026 • 15:54:32 WIB
Pemkab Batang Siapkan Rp5 Miliar untuk Kapal Keruk Baru, Atasi Sedimentasi Muara Sungai yang Ganggu Nelayan
Bupati Batang menganggarkan Rp5 miliar dari APBD Perubahan 2026 untuk pengadaan satu unit kapal keruk baru dan perbaikan satu unit kapal keruk lama.

BATANG — Ribuan nelayan di pesisir Batang selama bertahun-tahun menghadapi persoalan klasik: lumpur dan pasir yang mengendap di muara sungai membuat kapal-kapal mereka terdampar saat air surut. Kondisi itu akhirnya mendapat respons konkret dari pemerintah daerah.

Bupati Batang memutuskan untuk menganggarkan dana segar sebesar Rp5 miliar melalui APBD Perubahan 2026. Uang itu akan digunakan untuk membeli satu unit kapal keruk baru dan memperbaiki satu unit kapal keruk lama yang sudah berusia 13 tahun.

Kapal Keruk Lama Berusia 13 Tahun, Kini Tak Optimal

Budhi Santosa menjelaskan, kapal keruk yang saat ini dimiliki Pemkab Batang merupakan hasil pengadaan pada 2013. Setelah lebih dari satu dekade beroperasi, performanya menurun drastis.

"Yang satu pengadaan baru dan perbaikan yang lama," kata Budhi, Rabu (29/7/2026).

Dengan adanya tambahan armada, pemerintah berharap pengerukan di titik-titik kritis seperti muara Sungai Sambong dekat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Klidang Lor bisa berjalan lebih intensif. Selama ini, sedimentasi di lokasi tersebut menjadi keluhan utama para nelayan.

Target Sebelum Desember, Nelayan Bisa Melaut Tanpa Halangan

Pemerintah menargetkan kapal keruk baru sudah bisa beroperasi sebelum periode musim baratan yang biasanya datang pada akhir tahun. Angin barat dan gelombang tinggi kerap memperparah pendangkalan muara.

"Harapannya mendekati Desember sudah ready. Kita usahakan secepatnya terealisasi," ujar Budhi.

Jika target itu tercapai, aktivitas nelayan di pesisir Batang diharapkan kembali normal. Kapal-kapal berukuran kecil hingga sedang bisa keluar-masuk muara tanpa harus menunggu pasang laut yang kadang tidak menentu.

Permasalahan Klasik yang Ganggu Produktivitas Nelayan

Budhi menyebut sedimentasi di muara sungai sudah dianggap parah dan menjadi masalah klasik yang tak kunjung tuntas. Akibatnya, nelayan kehilangan waktu melaut yang berharga, terutama saat cuaca sedang bersahabat.

"Permasalahan yang sangat klasik adalah muara sungai yang pengendapannya sudah dianggap parah," kata Budhi.

Dengan pengadaan kapal keruk baru, Pemkab Batang berharap produktivitas nelayan setempat bisa meningkat. Langkah ini juga menjadi bukti bahwa aspirasi warga pesisir didengar dan direspon lewat kebijakan anggaran yang terukur.

Follow pantaujateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jateng.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks