Pencarian

MSCI Resmi Keluarkan GOTO dan CPIN dari Indeks Global Standard, Sembilan Saham Indonesia Bertahan

Kamis, 13 Agustus 2026 • 09:47:01 WIB
MSCI Resmi Keluarkan GOTO dan CPIN dari Indeks Global Standard, Sembilan Saham Indonesia Bertahan
MSCI mengeluarkan GOTO dan CPIN dari indeks Global Standard, sembilan saham Indonesia lainnya tetap bertahan.

JAKARTA — MSCI Inc mengumumkan hasil MSCI Equity Indexes August 2026 Index Review pada 12 Agustus 2026 waktu Central European Summer Time (CEST). Dalam review tersebut, tidak ada satu pun saham Indonesia yang masuk ke MSCI Global Standard Index, sementara dua emiten besar justru dikeluarkan dari daftar tersebut.

Kedua saham yang keluar dari indeks acuan investor global itu adalah PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Perubahan ini akan berlaku efektif pada 1 September 2026, setelah penutupan bursa pada 31 Agustus 2026.

CPIN dan GOTO Turun Kasta ke Small Cap Index

Menariknya, CPIN tidak sepenuhnya hilang dari radar MSCI. Saham produsen pakan ternak tersebut justru masuk ke dalam kategori MSCI Global Small Cap Index, sementara GOTO tidak tercatat dalam daftar tersebut.

Pada kategori Small Cap Index, MSCI memasukkan satu saham dan mengeluarkan sembilan saham Indonesia. Selain CPIN yang masuk, sembilan saham yang keluar dari daftar ini antara lain PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bukalapak Tbk (BUKA), PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), dan PT MD Entertainment Tbk (FILM).

Daftar tersebut juga mencakup PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), dan PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI).

Masih Ada 9 Saham Indonesia di Indeks Utama Global

Dengan keluarnya GOTO dan CPIN, masih terdapat sembilan saham Indonesia yang bertahan di MSCI Global Standard Index. Mayoritas di antaranya berasal dari sektor perbankan dan infrastruktur.

Emiten yang bertahan antara lain PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).

Selain itu, ada pula PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT United Tractors Tbk (UNTR). Sementara itu, sekitar 33 saham Indonesia masih bertahan di daftar MSCI Global Small Cap Indexes.

Apa Dampaknya bagi Investor dan Pasar Modal?

MSCI Index Review merupakan peninjauan berkala yang dilakukan setiap kuartal untuk menyesuaikan bobot dan komposisi saham dalam portofolio indeks acuan global. Hasil review ini menjadi sinyal penting bagi investor karena secara langsung memengaruhi aliran dana asing (capital inflow) ke pasar modal Indonesia.

Keluarnya GOTO dan CPIN dari indeks utama berpotensi memicu aksi jual dari dana asing yang secara pasif melacak indeks MSCI. Sebaliknya, masuknya CPIN ke Small Cap Index justru bisa membuka peluang baru bagi investor yang fokus pada saham kapitalisasi menengah.

MSCI dijadwalkan mengumumkan index review berikutnya pada 11 November 2026, dengan tanggal efektif pada 1 Desember 2026. Sebelumnya, pada 24 Juni 2026, MSCI juga telah mengakui reformasi transparansi yang diumumkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), termasuk peningkatan pengungkapan pemegang saham dan peta jalan kenaikan syarat free float minimum menjadi 15 persen.

Follow pantaujateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jateng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks