SUKOHARJO — Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo menyatakan pihaknya berkoordinasi dengan Densus 88 dan Jatanras Polda Jateng dalam proses penyelidikan kasus pembakaran Warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol. Keterlibatan Densus 88 disebut untuk menelusuri lebih jauh rangkaian peristiwa serta kemungkinan motif yang melatarbelakangi pembakaran.
"Kami juga menggandeng Densus 88 dan Jatanras dalam proses pendalaman kasus ini," ujar Anggaito.
Empat Pelaku Dugaannya Sudah Mengenali Titik-Titik Lokasi
Saksi bernama Ali (32) menuturkan empat orang tak dikenal mendobrak pintu kamarnya sebelum menariknya keluar. Para pelaku mengenakan pakaian yang menutupi hampir seluruh bagian tubuh, mulai dari helm, jaket, hingga celana panjang. Salah seorang di antaranya diperkirakan memiliki tinggi sekitar 170 sentimeter.
Ali menduga aksi tersebut telah dipersiapkan sebelumnya karena kamarnya menjadi sasaran pertama saat kelompok itu masuk ke lokasi.
"Yang pertama dituju kamar saya. Mungkin sudah direncanakan, sudah tahu titik-titiknya," katanya.
Pembagian Tugas: Dua Membakar, Dua Merusak CCTV
Dalam aksinya, para pelaku diduga membagi tugas. Dua orang disebut membakar sepeda motor, gudang, dan kamar, sementara dua lainnya merusak serta membakar perangkat CCTV di lokasi. Ali juga mengaku diperintahkan menghitung hingga angka 1.000 sebelum para pelaku pergi.
"Tapi baru hitung 30, mereka sudah pergi," ucapnya.
Setelah memastikan pelaku meninggalkan lokasi, Ali berlari ke pabrik di sekitar tempat kejadian untuk meminta pertolongan petugas keamanan. Kobaran api ditangani petugas pemadam kebakaran dengan mengerahkan dua unit mobil damkar.
Pemilik Warung Sebut Perizinan Lengkap, Sempat Ada Demonstrasi April Lalu
Pemilik warung, Jodi Sutanto, mengungkapkan usaha tersebut sebelumnya sempat mendapat penolakan. Pada April lalu, terjadi demonstrasi yang mempersoalkan penjualan makanan nonhalal di warung miliknya.
"Permasalahannya cuma satu, kita tidak boleh jualan nonhalal dan disuruh tutup karena masyarakat di sana mayoritas Muslim. Kalau perizinan kita sudah lengkap," kata Jodi.
Setelah aksi penolakan tersebut, kondisi di sekitar warung disebut kembali kondusif. Karena itu, Jodi mengaku tidak menduga persoalan tersebut akan berakhir dengan aksi pembakaran.
"Saya tidak bisa mengatakan siapa dan siapanya. Nanti biar pihak kepolisian saja yang menyelesaikan," ujarnya.
Penyidik Telusuri Aktivitas Pelaku Sebelum Pembakaran
Polisi masih melakukan serangkaian pemeriksaan dan mengumpulkan barang bukti. Penyidik juga menelusuri keterangan sejumlah saksi yang mengetahui aktivitas para pelaku sebelum aksi pembakaran berlangsung.
Polres Sukoharjo menyatakan penyidikan akan terus dilakukan untuk mengungkap pelaku maupun pihak yang bertanggung jawab atas pembakaran tersebut.