BATANG — Kepolisian Daerah Jawa Tengah akan menurunkan personel untuk mendampingi kegiatan dunia usaha, bukan hanya mengamankan aset investasi. Roy menyebut kerja sama lintas lembaga jadi kunci, dimulai dari urusan lahan bersama Kementerian ATR/BPN.
"Kami berusaha untuk bekerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam hal ini Kementerian ATR/BPN pada awalnya. Oleh karena itu nanti kita lakukan akan pendampingan setiap satu kegiatan," kata Roy dalam forum tersebut.
Pendampingan tidak berhenti di tingkat Polda. Roy memastikan polres-polres di daerah akan dilibatkan langsung untuk mengawal proyek-proyek usaha yang berjalan di wilayah masing-masing.
Polres Ditugaskan Kawal Proyek Usaha di Daerah
"Nanti ini pekerjaan-pekerjaan khusus, nanti dilakukan oleh pihak kepolisian yaitu khususnya di polres-polres nanti yang kita akan jadikan satu proyek tempat dunia usaha," lanjut Roy.
Skema itu membuat kepolisian masuk sejak tahap awal kegiatan usaha, tidak menunggu muncul gangguan keamanan. Roy menyebut pendekatan tersebut sebagai bagian dari kebijakan Polda Jateng di bawah kepemimpinannya.
"Kami dari pihak kepolisian, Polda Jawa Tengah dengan kebijakan yang saya lakukan kepada Jawa Tengah adalah bagaimana saya akan menindak tegas terkait dengan semua kejahatan yang meresahkan masyarakat," ujarnya.
Kejahatan di Lingkungan Kerja Jadi Perhatian Kapolri
Roy juga membawa pesan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto soal antisipasi kejahatan yang menyasar dunia kerja. Salah satu yang disorot adalah peredaran narkoba di lingkungan pekerja.
"Bapak Kapolri concern sekarang beberapa kejahatan yang tentunya ini kita harus antisipasi. Salah satunya peredaran narkoba yang ada di lingkungan pekerja dan ini bisa terjadi di beberapa lingkungan usaha," tutur Roy.
Dengan kombinasi penindakan tegas dan pendampingan proyek, Polda Jateng berharap iklim investasi di provinsi ini tetap stabil. Forum Investasi Jawa Tengah sendiri menjadi rangkaian acara detikJateng-Jogja Awards 2026 yang digelar di kawasan industri Batang.