Pemkot Solo Jajaki Kerja Sama dengan Australia: Penyaluran Tenaga Kerja, Program Magang, hingga Investasi Digital Dibahas

Penulis: Deni Kurniawan  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 18:58:27 WIB
Delegasi parlemen Australia mengunjungi Solo Techno Park untuk menjajaki kerja sama investasi digital.

SOLO — Pemerintah Kota Solo membuka pintu kerja sama multilateral dengan Australia. Pembahasan tidak hanya soal penyaluran tenaga kerja, tetapi juga merambah program magang dan peluang investasi di sektor digital.

Langkah ini berawal dari kunjungan kerja delegasi parlemen Australia ke Solo. Salah satu titik yang menarik perhatian mereka adalah Solo Techno Park, pusat inovasi dan pengembangan teknologi milik Pemkot.

Bidang Pekerjaan yang Dilirik Australia dari Solo

Sektor-sektor yang membutuhkan tenaga kerja terampil menjadi fokus utama, meski belum dirinci secara spesifik. Australia selama ini membuka pintu bagi tenaga kerja asing di bidang perawatan lansia, konstruksi, perhotelan, dan teknologi informasi.

Pemkot Solo melihat peluang ini sebagai jalan keluar bagi tingginya angka pengangguran di kalangan lulusan SMK dan perguruan tinggi. Solo tercatat sebagai salah satu kota dengan jumlah sekolah vokasi terpadat di Jawa Tengah.

Program Magang: Jembatan Sebelum Bekerja

Selain penempatan langsung, program magang menjadi skema yang dijajaki. Peserta magang asal Solo diharapkan bisa mendapatkan pengalaman kerja di Australia sebelum akhirnya direkrut secara tetap.

Skema ini lazim digunakan dalam kerja sama ketenagakerjaan antarnegara. Pemerintah Australia memiliki visa khusus untuk peserta magang dan pelatihan kerja, yaitu Training and Research Visa.

Solo Techno Park Jadi Etalase Investasi Digital

Solo Techno Park tidak hanya menjadi objek wisata delegasi. Kawasan ini dinilai parlemen Australia sebagai ekosistem potensial untuk investasi digital. Beberapa perusahaan rintisan atau startup lokal yang bernaung di sana dinilai memiliki daya saing.

Investasi digital yang dimaksud bisa berupa pendanaan, alih teknologi, hingga pembukaan pusat riset bersama. Jika terealisasi, Solo Techno Park berpotensi menjadi hub teknologi baru di Jawa Tengah yang terhubung dengan pasar Australia.

Apa Langkah Selanjutnya dari Pemkot Solo?

Pemkot Solo akan menyusun nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) sebagai tindak lanjut penjajakan ini. Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Komunikasi dan Informatika sudah diminta menyiapkan data calon tenaga kerja serta portofolio startup binaan.

Pemkot juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Ketenagakerjaan untuk memastikan regulasi pengiriman tenaga kerja ke Australia sesuai hukum yang berlaku.

Kapan Kerja Sama Ini Mulai Berjalan?

Belum ada tanggal pasti kapan kerja sama ini mulai dieksekusi. Namun, Pemkot Solo menargetkan rancangan awal kerja selesai dalam tiga hingga enam bulan ke depan. Proses selanjutnya adalah negosiasi teknis dengan pihak Australia.

Jika semua berjalan lancar, pengiriman tenaga kerja perdana bisa dilakukan pada tahun depan. Pemerintah Australia juga akan melakukan verifikasi terhadap lembaga pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja asal Solo.

Siapa Saja yang Bisa Mendaftar Program Ini?

Pemkot Solo membuka kesempatan bagi warga Solo dan sekitarnya yang memiliki keterampilan teknis. Prioritas diberikan kepada lulusan SMK dan diploma yang menguasai bahasa Inggris. Pelatihan bahasa dan sertifikasi kompetensi akan difasilitasi oleh pemerintah kota.

Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran dan persyaratan akan diumumkan setelah MoU ditandatangani. Masyarakat diimbau tidak mudah percaya pada pihak yang mengklaim bisa memberangkatkan tenaga kerja ke Australia sebelum kerja sama resmi berlaku.

Reporter: Deni Kurniawan
Sumber: radarsolo.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top