Pencarian

Semarang Edukasi Lansia Cegah Stroke dengan Program CERDIK

Jumat, 01 Mei 2026 • 19:30:08 WIB
Semarang Edukasi Lansia Cegah Stroke dengan Program CERDIK
Sekitar 50 lansia mengikuti sarasehan kesehatan stroke di Hotel Grasia Semarang.

Semarang - Sekitar 50 lansia, mayoritas perempuan, berkumpul di ruang masjid Hotel Grasia, Jalan S. Parman Nomor 29, Kota Semarang, pada Jumat pagi (1 Mei 2026). Mereka adalah anggota Komunitas Jalan Nordik (KJN) Abhinaya yang hadir untuk mengikuti sarasehan kesehatan khusus stroke bersama dokter spesialis saraf.

Stroke: Ancaman Serius yang Perlu Diwaspadai

Dokter Wisnu Wardana, Sp.N, menyampaikan data alarmis tentang prevalensi stroke global. Setiap tahun terjadi 12,2 juta kasus stroke baru di dunia, atau setara dengan satu kasus setiap 3 detik. Data terbaru menunjukkan kejadian stroke melonjak 50 persen dalam 17 tahun terakhir.

Stroke bukan sekadar penyakit biasa. Penyakit ini adalah penyebab utama disabilitas dan penyebab kematian nomor dua di dunia. Bahaya stroke terletak pada kecepatan dampaknya: tindakan pertama kedaruratan yang terlambat beberapa jam saja dapat berakibat fatal. Selain itu, proses pemulihan pasien stroke memerlukan waktu panjang dan kesabaran luar biasa dari keluarga.

Faktor Risiko yang Bisa Dikendalikan

Dokter Wisnu membagi faktor risiko stroke menjadi dua kategori. Faktor yang tidak dapat dimodifikasi meliputi usia lebih dari 55 tahun, jenis kelamin pria, genetik, riwayat keluarga, dan riwayat stroke sebelumnya. Namun, mayoritas faktor risiko dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup.

Peningkatan tekanan darah merupakan penyebab utama stroke (56 persen), disusul pola makan buruk (31 persen), polusi udara (20 persen), kadar gula darah tinggi (20 persen), kebiasaan merokok (18 persen), obesitas (24 persen), kolesterol LDL tinggi (10 persen), gangguan fungsi ginjal (8 persen), dan konsumsi minuman beralkohol (6 persen).

Program CERDIK sebagai Strategi Pencegahan

Untuk mencegah stroke, dokter Wisnu merumuskan strategi sederhana dengan akronim CERDIK yang mudah diingat. Enam langkah pencegahan tersebut adalah: cek kesehatan secara rutin, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas, diet seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres.

Dokter Wisnu mengingatkan bahwa gejala stroke selalu bersifat mendadak dan memerlukan penanganan segera di rumah sakit. "Gejala stroke pasti terjadi mendadak sehingga harus segera dibawa ke rumah sakit. Jangan ditunda!" kata dokter Wisnu.

Periode Emas Penyelamatan Pasien Stroke

Dokter Wisnu menekankan adanya "periode emas" dalam penanganan stroke. Pasien harus sampai ke instalasi gawat darurat dalam waktu kurang dari 2 jam sejak gejala pertama muncul. Setelah tiba di IGD, pasien harus langsung mendapat penanganan dokter, termasuk CT scan dan pemeriksaan laboratorium, dengan target penyelesaian maksimal 2,5 jam.

Secara keseluruhan, sejak penderita dikenali mengalami serangan stroke hingga penanganan gawat darurat tuntas, hanya tersedia waktu 4,5 jam. Periode kritis ini menentukan peluang pasien untuk pulih dan meminimalkan risiko disabilitas permanen.

Manfaat Jalan Nordik dan Pentingnya Komunitas

Di acara yang sama, penasihat KJN Abhinaya menyatakan bahwa jalan nordik yang dilakukan dengan benar dapat melancarkan aliran darah dari kaki hingga kepala. Kecepatan ideal jalan nordik adalah 2,7 kilometer per 40 menit atau 1 meter per detik. Program latihan ideal dimulai dengan senam selama 20 menit, dilanjutkan jalan nordik 40 menit dengan tongkat khusus.

Penelitian menunjukkan bahwa 84 persen orang yang tidak mampu berdiri seimbang satu kaki selama 10 detik tidak akan bertahan hidup lebih dari 10 tahun. Olahraga berkelompok terbukti lebih efektif: sekitar 85 persen orang yang berolahraga sendiri berhenti setelah 3 bulan, sementara olahraga komunitas memberikan motivasi berkelanjutan.

Upaya Menjaga Kualitas Hidup Lansia

Ketua KJN Abhinaya mengharapkan peserta sarasehan mendapatkan bekal pengetahuan memadai untuk menjaga kualitas hidup mereka dengan aman dan nyaman. Edukasi ini menjadi langkah preventif penting bagi lansia yang sudah memasuki fase kehidupan dengan risiko kesehatan yang lebih tinggi.

Bagikan
Sumber: jateng.antaranews.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks