KUDUS — Pemerintah Kabupaten Kudus masih harus bekerja keras mengejar target penerimaan pajak daerah tahun ini. Hingga 30 April 2026, realisasi baru menyentuh Rp100,93 miliar atau sekitar 30,08 persen dari target Rp335,61 miliar yang ditetapkan dalam APBD 2026.
Kepala BPPKAD Kudus Djati Solechah mengungkapkan, capaian antarpos pajak sangat bervariasi. Beberapa sektor menunjukkan performa di atas ekspektasi, sementara lainnya masih jauh dari target.
Pajak MBLB Tembus 280 Persen, Pajak Sarang Walet Stagnan
Penerimaan dari sektor Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) mencatatkan capaian tertinggi secara persentase. Realisasinya mencapai Rp56 juta atau 280 persen dari target yang hanya Rp20 juta.
Namun, di sisi lain, pajak sarang burung walet baru terkumpul Rp965 ribu atau 19,30 persen dari target. Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) juga masih rendah, baru terealisasi Rp6,77 miliar atau 12,22 persen dari target Rp55,5 miliar.
BPHTB dan Opsen Kendaraan Jadi Penopang Utama
Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) menjadi salah satu penyumbang terbesar dengan realisasi Rp19,54 miliar atau 41,15 persen dari target Rp47,5 miliar. Sementara itu, Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) mencatat realisasi Rp34,17 miliar dari target Rp103,98 miliar atau 32,86 persen.
Rincian PBJT menunjukkan, tenaga listrik menjadi kontributor dominan dengan capaian Rp25,97 miliar (32,88 persen), disusul makanan dan minuman Rp6,14 miliar (32,37 persen), jasa perhotelan Rp1,38 miliar (30,67 persen), jasa parkir Rp297,24 juta (42,46 persen), serta jasa kesenian dan hiburan Rp371,29 juta (46,41 persen).
Dari sektor opsen kendaraan, realisasi Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tercatat Rp23,59 miliar atau 29,76 persen dari target Rp79,3 miliar. Sedangkan Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) mencapai Rp13,85 miliar atau 35,01 persen dari target Rp39,58 miliar.
Pajak Reklame dan Air Tanah Masih Sesuai Proyeksi
Pajak reklame mencatat capaian Rp1,23 miliar (29,23 persen), sementara pajak air tanah sebesar Rp1,69 miliar (30,79 persen). Kedua sektor ini dinilai masih berjalan sesuai proyeksi awal tahun.
"Secara keseluruhan, capaian penerimaan pajak daerah hingga akhir April menunjukkan tren positif meski masih perlu optimalisasi di beberapa sektor, terutama PBB-P2 dan pajak sarang burung walet yang realisasinya masih relatif rendah," ujar Djati Solechah di Kudus, Minggu.