SOLO — Wahyu Wijiastanto angkat bicara soal degradasi yang dialami Persis Solo. Mantan kapten tim nasional itu mengaku sedih melihat klub kebanggaan masyarakat Solo itu harus turun kasta ke Liga 2 musim depan.
Kekecewaan Mantan Pemain yang Tak Bisa Disembunyikan
Wahyu, yang pernah memperkuat lini belakang Persis, menyebut perasaannya campur aduk. "Sedih pasti, kecewa juga. Ini klub yang saya bela dan saya cintai," ujarnya.
Menurutnya, degradasi ini menjadi tamparan keras bagi seluruh elemen klub, mulai dari pemain, pelatih, hingga manajemen. Ia berharap semua pihak mau introspeksi.
Harapan agar Laskar Sambernyawa Bangkit Kembali
Di tengah kesedihan, Wahyu masih menyisakan optimisme. Ia mendorong Persis segera berbenah dan melakukan evaluasi menyeluruh.
"Saya yakin Persis bisa bangkit. Tapi harus ada perubahan dari dalam. Jangan sampai kejadian ini terulang lagi," kata Wahyu.
Ia menambahkan, target utama musim depan harus jelas: kembali promosi ke Liga 1. Dukungan suporter, menurutnya, juga menjadi faktor penting dalam proses kebangkitan tersebut.
Apa yang Salah dengan Persis Musim Ini?
Degradasi Persis Solo musim ini tak lepas dari performa inkonsisten sepanjang Liga 1 2024/2025. Laskar Sambernyawa kerap kehilangan poin di kandang sendiri dan kesulitan mencetak gol di laga-laga krusial.
Pergantian pelatih di tengah musim juga disebut-sebut ikut mempengaruhi stabilitas tim. Alhasil, Persis harus rela finis di papan bawah klasemen dan mengakhiri petualangan di Liga 1 musim ini dengan pil pahit.
Langkah Manajemen Pasca Degradasi
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari manajemen Persis Solo soal rencana pembenahan tim. Publik menunggu langkah konkret, termasuk soal komposisi pemain dan kursi pelatih untuk Liga 2 musim depan.
Yang jelas, harapan Wahyu Wijiastanto menjadi suara dari banyak pihak: agar Persis Solo segera berbenah dan kembali ke tempat yang semestinya di kancah sepak bola nasional.