Pencarian

Kematian Harimau Putih Anggun di Medan, Inspektorat Kota Semarang Bakal Audit Anggaran Perawatan Satwa Semarang Zoo

Rabu, 29 Juli 2026 • 10:44:31 WIB
Kematian Harimau Putih Anggun di Medan, Inspektorat Kota Semarang Bakal Audit Anggaran Perawatan Satwa Semarang Zoo
Tim dokter hewan melakukan visum terhadap harimau putih Anggun dan menemukan abses pada bahu kanan sebagai penyebab utama kematiannya.

SEMARANG — Sekretaris Daerah Kota Semarang, Handi Priyanto, menegaskan bahwa seluruh tahapan pemindahan Anggun telah sesuai prosedur. Mulai dari administrasi kerja sama antarlembaga konservasi, pemeriksaan kesehatan, hingga pendampingan dokter hewan sejak keberangkatan dari Semarang Zoo hingga tiba di kandang baru di Medan.

“Harimau yang kita kirim merupakan cucu dari hasil perkawinan sedarah. Karena itu perlu darah baru agar proses konservasi berjalan lebih baik. Seluruh dokumen, pemeriksaan kesehatan, hingga pendampingan dokter sudah terpenuhi sebelum keberangkatan,” ujar Handi, Selasa (15/4).

Hasil Visum: Abses di Bahu Jadi Pemicu Kematian

Handi menjelaskan, Anggun dan satu harimau lainnya tiba di Medan dalam kondisi sehat dan masih aktif. Namun beberapa hari kemudian, pihak R Zoo melaporkan kematian Anggun. Tim dokter hewan di Medan melakukan visum dan menemukan abses atau luka pada bahu kanan yang berkembang menjadi nekrosis jaringan kulit.

“Hasil visum menunjukkan penyebab utamanya adalah abses pada bahu kanan yang berkembang menjadi nekrosis. Kondisi itu diduga membuat harimau kehilangan nafsu makan, kemudian berdampak pada organ-organ lainnya,” jelas Handi. Pemeriksaan juga menemukan gangguan pada hati, ginjal, paru-paru, jantung, limpa, hingga lambung.

Inspektorat Turun ke Semarang Zoo, Audit Anggaran Dimulai

Meski tidak ada indikasi kesalahan prosedur, Pemkot Semarang tetap menjadikan kasus ini sebagai momentum evaluasi. Langkah pertama adalah menurunkan Inspektorat untuk mengaudit anggaran yang digunakan Semarang Zoo, khususnya untuk kebutuhan pakan, obat-obatan, dan perawatan satwa.

“Inspektorat akan kami turunkan untuk mengaudit anggaran yang Semarang Zoo gunakan. Terutama untuk perawatan, pakan, dan obat-obatan hewan. Ini bagian dari evaluasi agar pengelolaan Semarang Zoo semakin baik,” kata Handi.

Wacana Kerja Sama Pihak Ketiga Belum Bisa Instan

Menanggapi usulan DPRD mengenai percepatan penyertaan modal, Handi menegaskan bahwa pemberian modal kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) memiliki aturan yang jelas. Pemerintah tidak bisa begitu saja memberikan tambahan modal kepada BUMD yang kondisi keuangannya belum sehat.

“Kalau dikerjasamakan dengan pihak ketiga tentu ada mekanisme dan aturan yang harus dipenuhi. Tidak bisa dilakukan begitu saja,” jelasnya. Audit menyeluruh akan menjadi dasar evaluasi ke depan, termasuk kemungkinan perbaikan tata kelola Semarang Zoo secara keseluruhan.

Pemkot juga meminta Direktur Semarang Zoo memastikan seluruh satwa dalam kondisi sehat. Perawatan, pakan, dan kesehatan satwa akan dicek secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.

Follow pantaujateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: beritajateng.tv

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks