KAB SEMARANG — Usaha tahu milik Barokah di Dusun Bengkle, Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, menjadi lokasi survei mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS). Kegiatan ini bukan sekadar observasi, melainkan pemetaan awal untuk merancang program pendampingan yang tepat sasaran bagi pelaku usaha lokal.
Tim mahasiswa menggali langsung kondisi usaha melalui wawancara dengan pemilik dan pengamatan proses produksi hingga pemasaran. Hasilnya, usaha yang dirintis sejak 2011 ini memiliki kapasitas produksi delapan bagor tahu per hari dengan pangsa pasar utama di Pasar Genuk.
Tekad Pemilik: Berdikari dan Buka Lapangan Kerja
Di balik kapasitas produksi tersebut, terdapat semangat kemandirian yang dipegang teguh oleh Barokah. Baginya, usaha tahu ini bukan sekadar sumber penghidupan keluarga, tetapi juga wadah untuk memberdayakan warga sekitar.
"Saya memulai usaha ini sejak tahun 2011 dengan tekad yang kuat untuk menjadi seorang pengusaha. Harapan saya, usaha tahu ini dapat terus berkembang, memberikan manfaat bagi keluarga, serta membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar," ujarnya.
Bukan Sekadar Produksi: Sorotan pada Pemasaran dan Inovasi
Survei yang dilakukan tidak berhenti pada pengamatan proses pembuatan tahu. Mahasiswa KKN UPGRIS juga berdiskusi mendalam mengenai strategi pemasaran yang selama ini berjalan, hambatan yang dihadapi, serta peluang pengembangan usaha di tengah ketatnya persaingan pasar.
Dari hasil diskusi tersebut, tersusun sejumlah rencana program kerja yang berfokus pada penguatan kapasitas usaha. Pendampingan yang disiapkan meliputi pengenalan pemasaran digital, peningkatan promosi produk, penguatan manajemen usaha, hingga pengembangan inovasi produk olahan tahu.
Implementasi Tri Dharma: Kolaborasi untuk Daya Saing Lokal
Kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mahasiswa KKN UPGRIS berharap kolaborasi ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi warga Desa Gebugan.
Dengan adanya pendampingan terstruktur, diharapkan UMKM tahu Barokah tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu meningkatkan daya saingnya di pasar yang lebih luas. Ke depan, program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan yang bisa direplikasi untuk pelaku UMKM lain di Kecamatan Bergas.