Pencarian

Pemprov Jateng Siapkan Dry Port di Batang dan Kendal, Gubernur Targetkan Beroperasi Dua Tahun Lagi

Sabtu, 15 Agustus 2026 • 22:14:01 WIB
Pemprov Jateng Siapkan Dry Port di Batang dan Kendal, Gubernur Targetkan Beroperasi Dua Tahun Lagi
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menargetkan dry port di Batang dan Kendal beroperasi dalam dua tahun ke depan.

SEMARANG — Rencana pembangunan dry port di Jawa Tengah mulai menemui titik terang. Setelah melakukan studi komparatif ke Cikarang Dry Port, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu (15/8/2026), Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya untuk merealisasikan proyek tersebut di dua lokasi.

Dua titik yang dinilai paling potensial adalah Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Weleri, Kabupaten Kendal. Total lahan yang disiapkan untuk proyek ini mencapai sekitar 50 hektare.

KITB Jadi Prioritas Pertama, Studi Kelayakan Sedang Berjalan

Untuk lokasi di KITB, proses persiapan sudah memasuki tahap lebih lanjut. Nota kesepahaman atau MoU telah ditandatangani oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI), Pelindo, KITB, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), serta BUMD Kabupaten Batang.

"Yang sudah kita kerjakan sekarang adalah di KITB, sudah MoU, tapi juga menunggu perkembangan situasi. Prinsipnya, dua tahun ke depan dry port harus jadi," tegas Luthfi seusai meninjau langsung pengelolaan Cikarang Dry Port.

Saat ini proyek di KITB tengah memasuki tahap studi kelayakan dan proses pemilihan konsultan perencana. Keberadaan pelabuhan darat ini dinilai krusial untuk memperkuat konektivitas logistik di wilayah pantura Jawa Tengah.

Mengapa Dry Port Dibutuhkan?

Gubernur menjelaskan, pembangunan infrastruktur ini menjadi solusi atas keterbatasan kapasitas Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Selama ini, sebagian besar kontainer dari kawasan industri di Jawa Tengah masih harus dikirim ke pelabuhan di Jakarta dan Surabaya.

"Untuk menopang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang kurang maksimal, salah satu solusinya adalah pembangunan dry port," kata Luthfi.

Dengan adanya dry port, aktivitas bongkar muat dan pengurusan dokumen logistik tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pelabuhan laut. Fasilitas ini dirancang menjadi simpul logistik yang menghubungkan kawasan industri dengan pelabuhan melalui jalur darat dan kereta api.

Belajar dari Cikarang Dry Port

Studi komparatif ke Cikarang Dry Port dilakukan untuk mematangkan konsep sebelum proyek di Jawa Tengah dieksekusi. Direktur Cikarang Dry Port Noor Yusuf menyebut, fasilitasnya telah beroperasi sejak 2010 dan melayani sekitar 500 perusahaan yang melakukan aktivitas ekspor-impor.

Cakupan pengguna Cikarang Dry Port membentang dari Tangerang, Cikampek, hingga Bandung. Menurut Noor, konsep dry port menawarkan fasilitas logistik yang lebih luas dibanding sekadar tempat transit kontainer.

"Konsep dry port ini memiliki fasilitas lebih luas, termasuk storage (tempat penyimpanan). Jababeka juga sedang menyiapkan rencana pembangunan dry port di Weleri, Kendal," ujar Noor.

Integrasi Logistik untuk Dorong Ekspor

Pemprov Jateng tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Pemerintah daerah juga menyiapkan integrasi antara kawasan industri, jaringan transportasi, pelabuhan darat, dan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Harapannya, rantai distribusi logistik menjadi lebih pendek dan efisien. Hal ini diyakini akan meningkatkan daya saing kawasan industri di Jawa Tengah sekaligus membuka peluang peningkatan investasi dan aktivitas ekspor dari wilayah tersebut.

Follow pantaujateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: halosemarang.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks