SEMARANG — Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XI Semarang, M Aries Aviani N, meresmikan langsung pengoperasian fasilitas tersebut. Mesin ini menjadi bagian dari pengembangan layanan digital Pegadaian untuk memberi akses lebih cepat bagi masyarakat yang ingin memiliki emas fisik.
Selama ini nasabah yang ingin mencetak emas dari saldo tabungan harus menunggu pengiriman berminggu-minggu. ATM Emas memangkas proses itu menjadi hitungan menit di lokasi yang sama dengan pembelian.
Bagaimana Cara Mencetak Emas Lewat ATM Emas?
Nasabah membuka aplikasi Tring! lebih dulu, lalu mengikuti tahapan transaksi yang tersedia di aplikasi. Setelah menentukan berat emas dan memeriksa rincian biaya, proses pengambilan dilanjutkan melalui mesin ATM Emas.
Pilihan gramasi yang tersedia mulai 1 gram hingga 100 gram dengan produk dari Galeri 24. Rincian biaya pencetakan muncul di layar aplikasi sebelum nasabah menyelesaikan transaksi.
Biaya Cetak Emas 1 Gram Rp 150.000, Gramasi Besar Bisa Capai Rp 2,4 Juta
Biaya pencetakan emas 1 gram dikenakan Rp 150.000. Untuk ukuran lebih besar, tarifnya bervariasi dan dapat mencapai sekitar Rp 2,4 juta pada gramasi tertentu.
Nasabah perlu mencermati tarif sesuai berat emas yang dipilih. Sebab, biaya pencetakan tidak selalu berbanding lurus dengan gramasi. Informasi yang tampil di mesin menjadi acuan sebelum transaksi diselesaikan.
Waktu Tunggu Dipangkas dari 45 Hari Jadi 15 Menit
Kepala Departemen Pengembangan Channel Automasi Bullion PT Pegadaian, Agung Nur Cahyo, menyebut mesin ini dirancang untuk memangkas waktu tunggu nasabah dalam memperoleh emas batangan.
"Kalau dulu harus menunggu waktu 15 sampai 45 hari. Ini bisa cukup 15 menit. Bahkan mungkin kalau sudah biasa, lima menit juga bisa," ujar Agung saat peluncuran ATM Emas di Semarang.
Fasilitas di Kantor Pegadaian Cabang Poncol ini menambah pilihan kanal pengambilan emas fisik bagi nasabah di Kota Semarang. Pegadaian belum menyebut rencana penambahan mesin serupa di cabang lain wilayah Kanwil XI.