SALATIGA — Penilaian survei akreditasi RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo Kota Salatiga digelar dengan tim surveior dari LARS Damar Husada Paripurna. Tiga surveior diterjunkan: dr. Andriani Tri Susilowati, M.Sc., Sp.PK., dr. Tri Haryani Nur Liyana, M.K.M., serta Fajar Rubiyanti, S.Kep., Ns. Proses penilaian berlangsung di Aula Bhinneka Husada dan melibatkan seluruh jajaran manajemen serta tenaga kesehatan rumah sakit.
Wakil Wali Kota Nina Agustin menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar formalitas administratif. Ia menyebut proses ini sebagai wujud komitmen seluruh jajaran rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang bermutu, aman, profesional, dan berpusat pada pasien.
Mutu sebagai Budaya Kerja Harian, Bukan Persiapan Sesaat
Dalam sambutannya, Nina meminta agar standar mutu tidak hanya dikejar menjelang penilaian akreditasi. Ia menekankan pentingnya keselamatan pasien dan petugas sebagai prioritas utama dalam setiap layanan.
"Jadikan mutu sebagai budaya kerja sehari-hari, bukan sekadar persiapan menjelang akreditasi. Utamakan keselamatan pasien dan petugas, tingkatkan kompetensi serta komunikasi yang efektif, dan berikan pelayanan yang ramah, cepat, penuh empati, dan bertanggung jawab," ujarnya.
Pernyataan tersebut menyoroti tiga aspek yang dinilai krusial dalam pelayanan rumah sakit daerah: kompetensi tenaga medis, komunikasi antara petugas dan pasien, serta sikap pelayanan yang mengutamakan empati.
Regulasi Baru Kesehatan Tuntut RSUD Terus Beradaptasi
Direktur RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo, dr. Ita Rima Rahmawati, Sp.Rad (K) PRP., menyatakan bahwa tantangan pelayanan kesehatan kini semakin kompleks. Perubahan regulasi yang terus muncul menuntut rumah sakit daerah bergerak cepat menyesuaikan standar operasional.
"Kita menyadari bahwa tantangan pelayanan terkait dengan kesehatan itu semakin kompleks dan hadirnya regulasi-regulasi baru. Sehingga kita harus selalu beradaptasi dan menindaklanjuti pada pelayanan kita. Oleh karenanya kita harus selalu tetap berbenah, pedoman kebijakan yang ada di rumah sakit harus selalu kita laksanakan sesuai dengan regulasi yang ada," ujarnya.
Ita menekankan bahwa pembenahan tidak berhenti pada pemenuhan dokumen administratif. Kualitas pelayanan langsung ke pasien juga harus terus meningkat seiring berjalannya waktu.
Penerapan Standar Mutu dan Keselamatan Pasien Berkelanjutan
Survei akreditasi dari LARS Damar Husada Paripurna menjadi mekanisme eksternal untuk mengukur sejauh mana standar mutu diterapkan di lingkungan RSUD. Hasil penilaian ini akan menjadi dasar bagi rumah sakit untuk memperkuat penerapan standar keselamatan pasien.
RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo berharap proses penilaian ini mendorong peningkatan kualitas pelayanan secara berkelanjutan. Bukan hanya pada momen akreditasi, tetapi juga dalam operasional harian melayani warga Salatiga dan sekitarnya.