Pencarian

BYD Flash Charging Terbuka untuk Semua Merek EV, Ini Syaratnya

Jumat, 16 Oktober 2026 • 13:07:31 WIB
BYD Flash Charging Terbuka untuk Semua Merek EV, Ini Syaratnya
Stasiun Flash Charging BYD dibuka untuk semua merek kendaraan listrik.

JAWA TENGAH — BYD memastikan stasiun Flash Charging miliknya bisa dipakai semua merek mobil listrik, bukan cuma BYD dan Denza. Presiden Direktur BYD Motor Indonesia Eagle Zhao menyatakan jaringan ini dibuka untuk publik dan pelaku industri lain. Meski begitu, pengisian penuh 9 menit hanya optimal pada model bermesin Blade Battery generasi kedua.

Kepastian itu disampaikan Eagle Zhao saat menjawab pertanyaan soal aksesibilitas stasiun Flash Charging bagi merek di luar BYD. Pernyataan tersebut menegaskan posisi BYD yang ingin membangun ekosistem kendaraan listrik lengkap di Indonesia, bukan sekadar menjual mobil.

"Keterlibatan BYD di teknologi Flash Charging ini adalah untuk menunjukkan keseriusan kami dan juga komitmen kami di infrastruktur ini. Kami ingin memiliki ekosistem yang lengkap," ujar Eagle di Jakarta, Rabu (14/10).

Kolaborasi dengan Operator Charging Dibuka Lebar

Untuk memperluas jangkauan jaringan, BYD membuka peluang kerja sama dengan berbagai Charging Point Operators (CPO) di seluruh Indonesia. Skema kolaborasi ini disebut fleksibel karena sifat infrastruktur pengisian daya yang menuntut jangkauan nasional.

"Karena ini berskala masif, mencakup seluruh negeri, dan merupakan infrastruktur, maka BYD Flash Charging pasti terbuka untuk semua merek kendaraan listrik (EV)," tegas Eagle.

Klaim 9 Menit Penuh Hanya untuk Blade Battery Generasi Kedua

Di sisi teknis, Flash Charging Director BYD Asia Pacific Auto Sales Division Richard Li memberi gambaran soal durasi pengisian daya. Waktu optimal hingga terisi penuh dalam 9 menit hanya bisa dicapai model BYD yang memakai Blade Battery generasi kedua.

"Stasiun Flash Charging BYD akan terbuka untuk pengalaman publik, termasuk merek dari OEM lain. Untuk model BYD yang dilengkapi dengan Blade Battery generasi kedua, tidak ada masalah. Namun, untuk OEM lain, tentu bisa mengisi daya di charger BYD, tetapi tergantung berapa besar daya yang dapat diserap oleh kendaraan tersebut," jelas Richard.

Artinya, mobil listrik merek lain tetap bisa mencolok ke stasiun Flash Charging BYD. Hanya saja, kecepatan pengisian akan mengikuti kemampuan baterai masing-masing kendaraan dalam menyerap daya.

Output Daya Tinggi Tetap Memangkas Waktu Charging Merek Lain

Richard menambahkan, kapasitas output daya stasiun Flash Charger BYD yang tinggi tetap memberi keuntungan bagi kendaraan di luar BYD. Waktu pengisian daya mobil listrik merek lain bisa lebih singkat dibandingkan memakai fasilitas DC charging standar.

Perbedaan waktu itu muncul karena stasiun Flash Charging BYD dirancang untuk mengalirkan daya besar. Kendaraan yang mampu menerima daya tinggi akan merasakan manfaat paling nyata.

Dorongan bagi Adopsi EV di Indonesia

Langkah BYD membuka akses jaringan Flash Charging secara publik dinilai bisa mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Ketersediaan infrastruktur pengisian daya yang bisa dipakai lintas merek menghapus salah satu kekhawatiran utama calon pembeli EV, yaitu ketersediaan tempat charging saat perjalanan jauh.

Bagi pemilik mobil listrik non-BYD, jaringan ini menambah opsi pengisian daya di luar operator yang sudah ada. Sementara bagi BYD, keterbukaan jaringan berpotensi memperkuat posisi sebagai pemain infrastruktur, bukan cuma penjual kendaraan.

Belum ada informasi soal tarif pengisian daya di stasiun Flash Charging BYD untuk merek di luar BYD. Detail teknis soal skema pembayaran dan lokasi stasiun yang sudah beroperasi juga belum diumumkan dalam pernyataan tersebut.

Follow pantaujateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks