JAWA TENGAH — Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026 berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 15-17 Oktober 2026 dengan mempertemukan pelaku usaha pariwisata Indonesia dan 250-300 pembeli potensial dari 45 negara. Pameran ini menggabungkan business matching bagi industri dengan area B2C yang terbuka untuk konsumen umum. Ajang ini digelar saat kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 10,58 juta sepanjang Januari-Agustus 2026.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut WITF 2026 sebagai ruang promosi layanan pariwisata sekaligus pintu masuk kerja sama usaha. Pameran berskala internasional itu mempertemukan pelaku industri dengan buyer dari berbagai negara dalam sesi pertemuan bisnis terarah.
Peserta tidak hanya memamerkan paket wisata. Mereka dipertemukan langsung dengan pembeli yang mewakili preferensi pasar masing-masing, sehingga penawaran bisa disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan.
Tanggal dan Lokasi WITF 2026
WITF 2026 digelar selama tiga hari, 15-17 Oktober 2026, di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Venue ini biasa menjadi lokasi pameran berskala besar dan mudah diakses dari berbagai penjuru ibu kota.
Penyelenggaraan mencakup forum diskusi, pengenalan destinasi, dan produk pariwisata Indonesia. Area pameran dibagi antara sesi bisnis dan area B2C yang bisa dikunjungi langsung oleh konsumen.
Business Matching Jadi Inti Acara
Widiyanti menempatkan business matching sebagai pembeda WITF dari pameran wisata biasa. Lewat forum ini, pelaku usaha bisa berinteraksi langsung dengan buyer, memahami preferensi pasar, dan menjajaki kerja sama konkret.
"WITF lebih dari sekadar platform promosi pariwisata. Melalui business matching, para pelaku bisnis pariwisata dapat berinteraksi langsung dengan buyer, memahami preferensi pasar, mengidentifikasi produk yang sedang diminati, dan menjajaki peluang kerja sama yang konkret," kata Widiyanti dalam keterangan pers kementerian di Jakarta.
Pertemuan bisnis yang terarah diharapkan memperluas jaringan distribusi pelaku usaha Indonesia. Kerja sama dengan mitra potensial juga membuka ruang penyesuaian produk dengan kebutuhan wisatawan.
Stan Wonderful Indonesia di Area B2C
Kementerian Pariwisata mendukung pelaku industri terpilih mempromosikan produk unggulan di stan Wonderful Indonesia pada area B2C. Deputi Bidang Pemasaran Ni Made Ayu Marthini menyebut stan ini menampung beragam jenis layanan wisata.
Pengguna stan mencakup Wisata Sekolah, Taman Wisata Lebah Madu Pramuka, Desa Wisata Les di Bali, Desa Wisata Ketapanrame di Jawa Timur, Gemilang Wisata Persada, dan Arum Sari Langit yang bergerak di layanan wisata kebugaran.
"Keragaman industri pariwisata yang dihadirkan ini menunjukkan bahwa produk pariwisata Indonesia tidak hanya menawarkan tempat untuk dikunjungi, tetapi juga aktivitas dan pengalaman yang dapat dipilih sesuai kebutuhan dan minat berwisata, dengan tetap mengutamakan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan," kata Made.
Data Kunjungan Jadi Latar Penyelenggaraan
Kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai 10,58 juta, naik 5,38 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Devisa sektor pariwisata tercatat 8,43 miliar dolar AS atau sekitar Rp140,95 triliun pada semester pertama 2026.
Perjalanan wisatawan Nusantara pada Januari-Agustus 2026 melampaui 840 juta perjalanan, tumbuh lebih dari 4 persen dibanding periode sama 2025. Widiyanti menyebut capaian itu menunjukkan ketahanan sektor pariwisata.
"Tujuan kita bukanlah sekadar mendatangkan lebih banyak turis ke Indonesia, melainkan memadukan penawaran pariwisata Indonesia dengan pasar yang tepat, memberikan pengalaman pariwisata yang lebih baik, serta meningkatkan nilai ekonomi yang dihasilkan dari setiap kunjungan," kata Widiyanti.
Apa Artinya bagi Traveler dan Pelaku Usaha
Bagi pelaku usaha wisata, WITF 2026 adalah kesempatan membuka akses pasar internasional tanpa harus hadir di pameran luar negeri. Buyer dari 45 negara menjadi sasaran utama sesi business matching.
Bagi traveler, area B2C menawarkan pilihan paket dan pengalaman wisata langsung dari penyedia jasa. Desa wisata, wisata edukasi, hingga layanan wisata kebugaran masuk dalam daftar peserta stan Wonderful Indonesia.
Menteri Pariwisata menekankan perlunya mengimbangi pertumbuhan kunjungan dengan peningkatan kualitas produk, pelayanan, dan pengalaman wisata. Informasi jadwal dan akses terkini dapat dikonfirmasi melalui Kementerian Pariwisata atau penyelenggara WITF 2026.