Pencarian

Jembatan Dengkeng Klaten Ditinggikan 2 Meter, Akses Wisata Gunungkidul dan UMKM Warga Cawas Kembali Lancar

Selasa, 20 Oktober 2026 • 10:31:31 WIB
Jembatan Dengkeng Klaten Ditinggikan 2 Meter, Akses Wisata Gunungkidul dan UMKM Warga Cawas Kembali Lancar
Jembatan Dengkeng di Klaten dibangun ulang dengan ketinggian dua meter lebih tinggi dari konstruksi lama.

KLATEN — Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah, Temmy Purboyono, menyebut percepatan pembangunan dilakukan atas arahan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Jembatan baru memiliki panjang 40 meter dan lebar 7,5 meter, dilengkapi trotoar selebar 0,5 meter di sisi kanan dan kiri.

Konstruksi lama dinilai sudah tidak memungkinkan untuk terus digunakan. Jembatan itu telah berusia sekitar 40 tahun.

"Ini merupakan perintah dari Bapak Gubernur supaya pembangunan dipercepat, sehingga bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat," kata Temmy, mewakili Kepala Dinas PUPR Jateng Henggar Budi Anggoro.

Progres Fisik 60 Persen, Melampaui Target Rencana

Berdasarkan data pelaksanaan pekerjaan hingga 19 Oktober 2026, progres fisik pembangunan mencapai 60 persen. Angka itu melampaui target rencana sebesar 59 persen.

Pekerjaan memiliki masa kontrak 180 hari kalender, terhitung sejak 25 Juni hingga 21 Desember 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap jembatan bisa diresmikan Gubernur sebelum batas waktu kontrak.

"Kami berharap pekerjaan ini bisa selesai lebih awal, mungkin sekitar satu minggu hingga 10 hari sebelum batas waktu kontrak," ujarnya.

Mengapa Jembatan Lama Rawan Tenggelam Saat Banjir

Saat Sungai Dengkeng meluap, konstruksi lama terkadang tidak terlihat dari permukaan air. Kondisi itu membahayakan pengguna jalan yang melintas.

"Jembatan yang lama terkadang tidak terlihat ketika air melimpah. Sekarang ditinggikan dua meter, sehingga saat terjadi banjir jembatan masih tetap terlihat, dan masyarakat lebih aman melintasinya," kata Temmy.

Jembatan lama juga memiliki sejumlah tiang di bagian tengah sungai yang kerap menjadi tempat tersangkutnya sampah. Tumpukan sampah itu menghambat aliran air dan berpotensi memperparah luapan hingga ke permukiman. Jembatan baru dibangun tanpa tiang di tengah aliran sungai.

Akses ke Gunungkidul dan Harapan bagi UMKM Rambak

Kepala Desa Plosowangi, Danang Mahendra, menyebut Jembatan Dengkeng berperan strategis bagi mobilitas warga Kecamatan Cawas dan sekitarnya. Jalur tersebut menjadi akses menuju kawasan wisata Gunungkidul, DIY, selain untuk bekerja dan berdagang.

Volume kendaraan di ruas itu cukup tinggi, terutama pada akhir pekan dan hari libur. Sebagian besar penduduk Desa Plosowangi bekerja sebagai petani, namun desa juga memiliki pelaku UMKM yang mengandalkan kelancaran lalu lintas dan kunjungan wisatawan.

Produk unggulan setempat adalah rambak berbahan kulit sapi, disusul abon dan berbagai olahan lainnya. Dengan akses yang kembali lancar, peluang wisatawan singgah dan membeli oleh-oleh diharapkan semakin besar.

"Dengan jembatan ini segera selesai, akses transportasi akan semakin lancar dan perekonomian masyarakat, khususnya di Desa Plosowangi, diharapkan kembali meningkat," ujar Danang.

Normalisasi Sungai Dengkeng Jadi Penopang

Upaya mengurangi risiko banjir tidak berhenti di jembatan. Normalisasi Sungai Dengkeng oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo serta pembenahan infrastruktur pengendali air di sekitar lokasi turut menopang penanganan.

Warga setempat, Ragil, menyebut jalur tersebut menjadi akses penting untuk pergi ke pasar, bekerja, hingga menuju kawasan wisata di Yogyakarta. Dia berharap pembangunan segera selesai sehingga mobilitas warga kembali lancar dan risiko gangguan akibat banjir berkurang.

Follow pantaujateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jatengnews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks