JAWA TENGAH — PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memastikan bakal menerima alokasi gas dari Lapangan Abadi, Blok Masela, Maluku, bersama PT PLN (Persero) dan sektor industri pupuk. Kepastian pembeli domestik menjadi fondasi penyerapan produksi saat lapangan gas raksasa itu mulai beroperasi.
Grup Head Gas Supply dan LNG Trading PGN, Muhammad Anas Pradipta, menyatakan kebutuhan gas untuk pasar dalam negeri telah mendapat perhatian dalam pengembangan Blok Masela. PGN, PLN, dan sektor pupuk termasuk pihak yang dipastikan kebagian alokasi pasokan dari proyek tersebut.
"Jadi, kalau buat PGN, PGN dan PLN untuk Masela itu PGN, PLN, pupuk alhamdulillah semuanya dapat," katanya di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Pasar Domestik Jadi Pembeli Fondasi
Keberadaan pembeli dalam negeri disebut menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan proyek Blok Masela. Kebutuhan gas dari berbagai sektor domestik memberi kepastian penyerapan produksi ketika lapangan tersebut mulai beroperasi.
Anas menilai pasar domestik punya posisi kuat dalam rencana penyaluran gas Masela. Kondisi itu menjadi modal bagi pengembang untuk memastikan hasil produksi nantinya sudah punya pembeli.
"Justru di foundation buyer Masela itu domestik itu paling aman," ujarnya.
Meski begitu, PGN belum memerinci besaran volume gas yang akan diterima dari Blok Masela. Jadwal penyaluran maupun perkembangan kesepakatan komersial dengan pengembang proyek juga belum diungkap.
Pengumuman Resmi Segera Menyusul
Anas memberi sinyal perkembangan terbaru soal Blok Masela akan segera diumumkan. PGN masih menunggu penyampaian informasi resmi terkait kelanjutan pembahasan pasokan gas tersebut.
"Tinggal tunggu aja. Sabar, sabar, sabar. Segera, segera akan di-announce untuk Masela," katanya.
Pasokan LNG Tahun Ini Sudah Aman
Di luar Masela, PGN mencermati peluang pasokan dari sejumlah proyek gas baru. Langkah itu diperlukan untuk memperkuat ketersediaan energi bagi pelanggan, terutama sektor industri dan pembangkit listrik yang butuh kontinuitas pasokan.
Kondisi pasokan gas perusahaan sepanjang tahun ini tergolong baik. Kebutuhan LNG yang mencapai hampir 20 kargo telah diamankan dari sejumlah fasilitas produksi dalam negeri, seperti Donggi Senoro, Tangguh, dan Bontang.
"Ya pokoknya hampir 20-an. Udah secure. Harganya juga udah dijamin kan oleh pemerintah," ujarnya.
Pasokan melalui jaringan pipa juga menunjukkan perkembangan positif. Tingkat pemenuhan kebutuhan gas perusahaan berada di atas 95 hingga 96 persen, kendati masih ada potensi gangguan operasional pada sejumlah fasilitas produksi.
Gangguan itu mencakup penghentian operasi yang telah direncanakan maupun gangguan tak terduga. PGN perlu mengantisipasi kondisi tersebut agar distribusi gas kepada pelanggan tetap berjalan. Kepastian tambahan pasokan dari proyek baru, termasuk Blok Masela, menjadi kunci memperkuat portofolio gas perusahaan untuk jangka panjang.
Bagi PGN, masuknya Blok Masela ke portofolio pasokan mempertegas peran perusahaan sebagai aggregator gas domestik. Kepastian alokasi untuk PLN dan pabrik pupuk sekaligus menjawab kekhawatiran bahwa gas Masela akan dijual seluruhnya ke pasar ekspor.