Pencarian

Barclays Pangkas 5.000 Karyawan, 60% dari Fungsi Pendukung dan Developer

Jumat, 23 Oktober 2026 • 08:08:31 WIB
Barclays Pangkas 5.000 Karyawan, 60% dari Fungsi Pendukung dan Developer
Karyawan melintas di area kantor pusat Barclays di London, Inggris.

JAWA TENGAH — Barclays menargetkan pemangkasan 5.000 karyawan atau sekitar 5% dari total tenaga kerjanya, dengan 1.000 posisi sudah diputus kontraknya. Sisa 4.000 karyawan ditargetkan selesai di akhir tahun ini, mayoritas berasal dari fungsi pendukung dan tim developer.

Kepala Eksekutif Barclays Group CS Venkatakrishnan menyebut pengurangan tenaga kerja merupakan konsekuensi dari investasi besar perusahaan di bidang teknologi. Langkah itu ditempuh untuk menyederhanakan sekaligus meningkatkan kapasitas bisnis bank asal Inggris tersebut.

"AI memiliki peran penting dan mungkin akan memegang peran yang jauh lebih krusial di masa depan. Kami akan menerapkan AI dalam skala luas, namun AI hanyalah pelengkap, bukan inti utamanya," kata Venkatakrishnan, dikutip dari BBC.

Enam dari Sepuluh Posisi yang Dipangkas Ada di Fungsi Pendukung

Barclays merinci sekitar 60% dari pengurangan tenaga kerja terjadi di fungsi-fungsi pendukung, termasuk di kalangan pengembang. Sebanyak 1.000 karyawan telah menjalani pemutusan hubungan kerja (PHK), sementara 4.000 lainnya ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.

Perusahaan tidak menyatakan seluruh pengurangan posisi disebabkan oleh AI. Meski begitu, skala pemangkasan memicu kekhawatiran soal dampak teknologi baru terhadap lapangan kerja di sektor perbankan.

Belanja Barclays untuk kecerdasan buatan terus naik seiring klaim bahwa perangkat baru mampu menggantikan sejumlah tugas dasar yang selama ini dikerjakan manusia. Pekerjaan administratif dan pemrograman menjadi dua area yang paling terdampak.

Laba Kuartal III-2026 Naik, tapi Sedikit di Bawah Perkiraan

Dari sisi kinerja keuangan, laba sebelum pajak Barclays pada kuartal III-2026 tercatat 2,3 miliar euro atau sekitar Rp 5,5 triliun. Angka itu lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, namun sedikit di bawah estimasi pasar.

Kombinasi laba yang tumbuh dan pemangkasan biaya tenaga kerja menunjukkan arah strategi Barclays: menekan struktur biaya sambil memperbesar investasi teknologi. Bagi investor, efisiensi operasional menjadi kunci menjaga margin di tengah tekanan suku bunga dan persaingan layanan digital.

Serikat Pekerja Tuding Barclays Pakai AI sebagai Alasan

Sekretaris Jenderal Serikat Pekerja Unite Sharon Graham menilai perusahaan memakai AI sebagai dalih untuk menyingkirkan karyawan yang sudah lama bekerja. Unite mewakili pekerja di sektor perbankan Inggris.

"Pemberi kerja seharusnya berfokus pada peningkatan keterampilan karyawan agar mereka tetap dapat bekerja di tengah perubahan lingkungan kerja akibat teknologi baru. Sebaliknya, Barclays bersalah karena mengambil pendekatan jangka pendek yang reaktif," tutur Graham.

Posisi Unite mencerminkan ketegangan yang makin terbuka antara manajemen bank dan serikat pekerja di Inggris. Isu AI kini masuk ke meja perundingan kerja, bukan lagi sekadar agenda transformasi digital di ruang direksi.

Tekanan bagi Bank Lain dan Pekerja Teknologi di Inggris

Langkah Barclays menambah daftar pemangkasan tenaga kerja di sektor jasa keuangan global yang membingkai efisiensi sebagai respons terhadap adopsi AI. Bank-bank lain yang tengah menata ulang struktur biaya berpotensi menghadapi pertanyaan serupa dari investor maupun serikat pekerja.

Bagi karyawan di fungsi pendukung dan developer, sinyalnya jelas: keterampilan yang bersinggungan langsung dengan otomasi berada di garis depan restrukturisasi. Pekerja di bidang administrasi dan pemrograman dasar menjadi kelompok paling rentan dalam gelombang ini.

Barclays belum merinci posisi mana saja yang akan dipangkas pada sisa 4.000 karyawan hingga akhir tahun. Perusahaan juga tidak menyebut apakah pemangkasan akan berlanjut ke tahun berikutnya seiring perluasan penerapan AI di proses kerjanya.

Follow pantaujateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks