SEMARANG – Ahmad Luthfi menerima kunjungan kehormatan Duta Besar India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty, bersama sejumlah pengusaha asal India, Kamis (19/2/2026). Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk mempromosikan berbagai peluang investasi strategis di Jawa Tengah.
Dalam pertemuan itu, Gubernur menawarkan kerja sama investasi di sejumlah sektor potensial, antara lain ekonomi hijau (green economy), tenaga medis, hingga industri garmen padat karya. Menurut Luthfi, masuknya investasi baru sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada 2025 tercatat sebesar 5,37 persen, yang turut diiringi penurunan angka kemiskinan menjadi 9,39 persen. Capaian tersebut, kata dia, tidak lepas dari kontribusi investasi, baik dari penanam modal asing maupun dalam negeri.
“Investasi memiliki peran besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Jawa Tengah merupakan provinsi yang ramah dan terbuka bagi investor,” ujar Luthfi.
Saat ini, realisasi investasi India di Jawa Tengah diperkirakan mencapai Rp646,52 miliar. Investasi tersebut tersebar di sejumlah sektor, yakni industri tekstil sekitar 62 persen, hotel dan restoran 16 persen, perdagangan dan reparasi 12 persen, industri kayu 4 persen, serta sektor industri lainnya.
Sementara itu, Shri Sandeep Chakravorty mengapresiasi iklim investasi di Jawa Tengah yang dinilai stabil secara sosial maupun ekonomi. Ia menyatakan perusahaan-perusahaan India merasa nyaman beroperasi di wilayah tersebut.
Menurutnya, pada Agustus 2026 mendatang akan dilakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) salah satu perusahaan India di Jawa Tengah dengan nilai investasi sekitar US$30 juta.
Sebagai informasi, total realisasi investasi Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai Rp88,50 triliun. Angka tersebut terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp50,86 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp37,64 triliun.