Pencarian

Wagub Jateng Dorong 8.000 Koperasi Merah Putih Adopsi Sistem Syariah Mulai 2027

Minggu, 10 Mei 2026 • 23:00:42 WIB
Wagub Jateng Dorong 8.000 Koperasi Merah Putih Adopsi Sistem Syariah Mulai 2027
Wakil Gubernur Jawa Tengah dorong 8.000 Koperasi Merah Putih adopsi sistem syariah mulai 2027.

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mulai memetakan penguatan ekonomi kerakyatan melalui standardisasi syariah pada lembaga keuangan mikro di tingkat kelurahan. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat fondasi ekonomi lokal sekaligus menyelaraskan program kerja dengan visi pembangunan jangka panjang provinsi.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyatakan bahwa model pengelolaan Koperasi Merah Putih (KMP) berbasis syariah harus segera diduplikasi oleh pengelola lainnya. Saat ini, tercatat ada lebih dari 8.000 Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Target Transformasi 8.000 Koperasi Kelurahan

Taj Yasin, yang akrab disapa Gus Yasin, menilai potensi pengembangan koperasi di Jawa Tengah sangat besar jika dikelola dengan prinsip syariah yang transparan. Ia memberikan apresiasi khusus kepada KKMP Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, yang telah lebih dulu memulai transisi tersebut dengan pendampingan tenaga ahli.

“Saya berharap ini bukan hanya satu, nantinya bisa tumbuh koperasi Merah Putih yang berbasis syariah lain yang muncul,” kata Gus Yasin saat menghadiri Seminar Nasional dan Musyawarah Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jateng di Semarang, Sabtu (9/5).

Menurutnya, kolaborasi antara pengelola koperasi di tingkat akar rumput dengan organisasi profesi seperti MES Jateng merupakan kunci keberhasilan program. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat konversi sistem koperasi konvensional menuju syariah secara masif di 35 kabupaten/kota.

Menuju Arus Utama Pembangunan Jateng 2027

Dorongan untuk mengubah basis operasional koperasi ini bukan tanpa alasan. Pemprov Jateng telah menetapkan bahwa tema pembangunan tahun 2027 akan berfokus pada sektor pariwisata berkelanjutan dan penguatan ekonomi syariah sebagai tulang punggung kemajuan daerah.

Ketua Umum MES Jateng, Nyata Nugraha, mengungkapkan bahwa kerja sama dengan KKMP Tambakrejo merupakan terobosan perdana di provinsi ini. Ia menargetkan langkah tersebut menjadi acuan bagi 12 kepengurusan MES di tingkat kabupaten dan kota untuk segera melakukan pendampingan serupa.

Dukungan teknis juga datang dari level pusat. Sekretaris Jenderal MES Pusat, Ari Permana, menegaskan komitmennya untuk mengawal implementasi program di daerah agar visi tahun 2027 dapat tercapai tepat waktu.

“Kami di Jakarta sudah siap 100 persen untuk bisa mem-back up,” tegas Ari.

Penguatan Produk UMKM Lokal

Selain fokus pada sistem manajerial koperasi, Gus Yasin juga menekankan pentingnya hilirisasi produk-produk lokal yang dihasilkan oleh anggota koperasi. Hal ini terlihat saat ia meninjau pameran produk UMKM unggulan di sela-sela kegiatan musyawarah wilayah tersebut.

Berbagai produk mulai dari tenun troso, industri fashion, hingga aneka produk kuliner binaan MES Jateng dipamerkan sebagai bukti nyata potensi ekonomi syariah. Ke depan, koperasi diharapkan tidak hanya menjadi lembaga pembiayaan, tetapi juga menjadi motor penggerak pemasaran produk unggulan warga di setiap kelurahan.

Bagikan
Sumber: lingkartv.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks