SOLO — Keraton Kasunanan Surakarta menjadi salah satu destinasi yang paling diuntungkan selama long weekend Kenaikan Isa Almasih. Obyek wisata sejarah ini mencatat kenaikan jumlah kunjungan hingga lima kali lipat dari hari biasanya selama periode libur 14-17 Mei 2026.
Lonjakan Pengunjung Capai Ratusan Persen
Pada hari biasa, Keraton Solo rata-rata dikunjungi oleh ratusan wisatawan per hari. Namun, selama empat hari libur panjang tersebut, angka itu melonjak drastis. Ribuan pengunjung memadati area keraton setiap harinya, baik dari dalam kota maupun luar daerah.
Para wisatawan tampak antusias menyusuri bangunan bersejarah peninggalan Kerajaan Mataram Islam itu. Suasana tampak lebih ramai dari biasanya, terutama di area museum dan pendopo utama.
Libur Panjang Jadi Momentum Kebangkitan Wisata Solo
Peningkatan signifikan ini tidak lepas dari strategi pemerintah kota yang terus mempromosikan Solo sebagai destinasi wisata budaya dan kuliner. Long weekend Kenaikan Isa Almasih menjadi salah satu momentum untuk menggerakkan kembali sektor pariwisata yang sempat lesu.
Keraton Solo sendiri menawarkan daya tarik utama berupa koleksi pusaka kerajaan, arsitektur Jawa klasik, serta pengalaman budaya yang autentik. Tiket masuk yang terjangkau juga menjadi faktor pendorong minat wisatawan untuk berkunjung.
Pengelola keraton menyebutkan, lonjakan ini memberikan dampak positif tidak hanya bagi pendapatan obyek wisata, tetapi juga bagi pelaku UMKM di sekitar kawasan. Para pedagang makanan, minuman, hingga suvenir kebanjiran rezeki selama liburan.
Apa yang Dicari Wisatawan di Keraton Solo?
Wisatawan datang bukan hanya untuk berfoto atau sekadar jalan-jalan. Banyak di antara mereka yang ingin mempelajari sejarah dan budaya Jawa secara langsung. Pemandu wisata lokal pun kebanjiran permintaan untuk menjelaskan setiap sudut keraton.
Selain itu, sejumlah acara kesenian tradisional yang digelar secara dadakan juga menambah daya tarik. Mulai dari pertunjukan wayang kulit hingga tari-tarian klasik keraton disuguhkan untuk menghibur para tamu.
Harapan untuk Keberlanjutan Pariwisata
Dengan lonjakan ini, pihak pengelola berharap tren kunjungan tinggi bisa terus berlanjut, tidak hanya saat libur panjang. Mereka terus berbenah, mulai dari perbaikan fasilitas, penambahan petugas kebersihan, hingga pengaturan arus pengunjung agar lebih nyaman.
Keraton Solo juga mulai gencar memanfaatkan media sosial untuk menarik minat generasi muda. Konten-konten visual tentang keindahan arsitektur dan cerita sejarah keraton dibagikan secara rutin.
Momen long weekend ini menjadi bukti bahwa pariwisata budaya di Solo masih memiliki daya pikat yang kuat. Dengan pengelolaan yang tepat, Keraton Solo berpotensi menjadi salah satu destinasi utama di Jawa Tengah yang mampu bersaing dengan obyek wisata modern.