JAWA TENGAH — Desakan itu muncul setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan jajaran pimpinan BGN. Charles menilai pergantian tersebut harus menjadi momentum untuk memperbaiki celah yang memungkinkan terjadinya penyimpangan.
Kualitas Gizi Anak Jadi Parameter Utama
"Saya berharap Kepala BGN yang baru fokus membenahi tata kelola MBG yang selama ini masih buruk," kata Charles kepada wartawan di Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Politikus PDIP itu menekankan bahwa keberhasilan program prioritas pemerintah tidak bisa diukur semata dari besaran anggaran yang dihabiskan atau jumlah penerima manfaat yang tercatat. Menurut dia, aspek paling krusial adalah kualitas pelaksanaan di lapangan, terutama kandungan gizi makanan yang diterima anak-anak sekolah.
"Program sebesar ini tidak bisa hanya diukur dari berapa besar anggaran yang dihabiskan atau berapa banyak penerima manfaat yang dicatat," ujarnya.
Skandal Hukum dan Risiko Fiskal
Desakan Charles menyusul penetapan status tersangka terhadap Dadan Hindayana dalam dugaan korupsi program MBG. Kasus ini menjadi alarm bagi pemerintah untuk memperketat pengawasan di lembaga yang mengelola anggaran negara dalam jumlah besar.
Program MBG merupakan salah satu andalan pemerintah dalam meningkatkan gizi anak. Namun, tanpa sistem kontrol yang kuat, program berisiko tinggi terhadap kebocoran anggaran dan kegagalan mencapai target perbaikan gizi nasional.
Langkah Konkret yang Ditunggu
Charles mendesak pimpinan baru BGN untuk segera merumuskan ulang prosedur pengadaan dan distribusi makanan. Ia juga meminta agar audit internal dilakukan secara berkala dan transparan.
Belum ada pernyataan resmi dari pihak Istana maupun BGN terkait desakan tersebut. Namun, tekanan publik terhadap perbaikan tata kelola program MBG diprediksi akan terus menguat seiring proses hukum yang berjalan.