JAWA TENGAH — Taiwan menempatkan Indonesia sebagai pasar prioritas dalam industri pariwisatanya. Melalui Taiwan Travel Fair 2026 yang digelar di Lippo Mall Puri, Jakarta, Jumat (14/8), otoritas pariwisata Taiwan memperkenalkan destinasi baru sekaligus menegaskan kesiapan fasilitas halal bagi wisatawan asal Indonesia.
Direktur Divisi Ekonomi Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Indonesia, Frank Lu, menyebut ajang ini bukan sekadar pameran produk wisata. Ia menekankan bahwa Taiwan Travel Fair menjadi jembatan untuk mempererat hubungan antar-masyarakat kedua negara.
"Taiwan Travel Fair bukan hanya platform untuk mempromosikan produk pariwisata, tetapi juga jembatan penting untuk memperkuat hubungan people-to-people antara Taiwan dan Indonesia," ujar Frank saat pembukaan acara.
Peringkat Global Wisata Halal Taiwan Naik ke Posisi Tiga
Upaya Taiwan membangun ekosistem wisata halal membuahkan hasil. Dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026, Taiwan menempati peringkat ketiga dunia untuk kategori destinasi non-Organisasi Kerja Sama Islam (OIC), sejajar dengan Inggris.
Pencapaian ini didukung peningkatan infrastruktur yang signifikan, mulai dari ketersediaan makanan halal, akomodasi ramah Muslim, hingga ruang salat dan fasilitas wudu. Frank berharap pengakuan internasional ini mampu menumbuhkan kepercayaan wisatawan Indonesia untuk berkunjung ke Taiwan.
"Kami berharap wisatawan Indonesia dapat melihat Taiwan sebagai destinasi yang nyaman dan memberikan rasa percaya diri, termasuk bagi wisatawan Muslim," jelasnya.
Menggeser Minat Wisatawan dari Destinasi Populer
Strategi promosi Taiwan tidak lagi berpusat pada daya tarik utama seperti Taipei. Otoritas pariwisata Taiwan kini memperkenalkan beragam destinasi alternatif yang menawarkan pengalaman berbeda, termasuk Alishan, Sun Moon Lake, kawasan pemandian air panas, hingga pasar malam lokal.
Direktur Taiwan Tourism Information Center di Jakarta, Abe Chou, mengamati pergeseran perilaku wisatawan Indonesia yang mulai mencari pengalaman perjalanan lebih mendalam. Ia menilai wisatawan tidak lagi puas dengan kunjungan singkat ke objek wisata ikonik.
"Selain mengunjungi objek wisata terkenal, semakin banyak wisatawan Indonesia yang mencari pengalaman perjalanan yang lebih mendalam," kata Abe pada kesempatan yang sama.
Fasilitas Wudu dan Kuliner Halal Jadi Andalan
Taiwan menyadari kebutuhan spesifik wisatawan Muslim tidak berhenti pada destinasi. Ketersediaan restoran bersertifikat halal dan kemudahan akses tempat ibadah menjadi faktor penentu kenyamanan selama berada di luar negeri.
Oleh karena itu, Taiwan terus menambah jumlah restoran halal di kota-kota besar dan memperluas jaringan musala di kawasan wisata. Fasilitas wudu juga disediakan di bandara utama dan pusat perbelanjaan untuk memastikan wisatawan Muslim menjalankan ibadah dengan mudah.
Dengan kombinasi penguatan fasilitas ramah Muslim dan perluasan pilihan destinasi, Taiwan optimistis dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan Indonesia, khususnya pada periode libur akhir tahun dan Tahun Baru.