BANJARNEGARA — Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menjalankan uji coba pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) jenis Petasol di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Winong, Kecamatan Bawang. Petasol yang dihasilkan baru 50 kilogram per siklus produksi, jauh di bawah volume sampah yang masuk ke TPA tersebut setiap hari.
Seluruh rangkaian pengolahan memakan waktu sekitar 12 jam per siklus. Selain kapasitas Petasol yang terbatas, pengolahan sampah organik juga baru mencapai lima ton per hari.
Dua Jalur Pengolahan: Pupuk dari Sampah Organik, Petasol dari Plastik
Proses diawali pemilahan sampah organik dan anorganik menggunakan mesin konveyor. Sampah organik dicacah untuk dijadikan pupuk, sedangkan sampah plastik dimasukkan ke mesin pirolisis untuk diolah menjadi Petasol.
Keterbatasan tenaga kerja dan rumitnya tahap penyiapan sampah plastik sebelum masuk mesin menjadi kendala di lapangan. Dua faktor itu membuat kapasitas pengolahan belum bisa dinaikkan mengikuti volume sampah harian.
Petasol Setara Solar, Dipakai Menggerakkan Mesin Konveyor TPA
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPKPLH) Banjarnegara Herrina Indri Hastuti menjelaskan, hasil pengolahan sampah plastik saat ini difokuskan untuk mendukung operasional internal TPA Winong.
"Saat ini kapasitas mesin pirolisis baru 50 kilogram per produksi. BBM Petasol setara solar yang diproduksi, digunakan untuk menggerakkan mesin konveyor untuk pengolahan sampah yang masuk ke TPA Winong," terang Herrina.
Dengan begitu, Petasol belum dijual ke pasar maupun disalurkan ke kendaraan umum. Pemanfaatannya masih berputar di dalam siklus operasional TPA.
Bupati: Jika Berhasil, Duplikasi Dimulai di Lima Kecamatan pada 2027
Bupati Banjarnegara Amalia Desiana menyebut uji coba ini sebagai upaya pemerintah daerah memaksimalkan pengelolaan limbah agar bisa dimanfaatkan kembali secara produktif.
"Banjarnegara mencoba untuk melakukan pengolahan sampah agar bisa digunakan lagi. Jika berhasil, percobaan akan diduplikasi di 20 kecamatan. Sebagai awal, pada tahun 2027 akan diduplikasi di lima titik," ujar Amalia.
Rencana perluasan itu bergantung pada hasil evaluasi uji coba di TPA Winong. Pemkab belum memerinci kecamatan mana saja yang masuk lima titik tahap pertama.
Beban 80 Ton Sampah per Hari Jadi Ujian Sesungguhnya
Angka 80 ton sampah per hari menjadi pekerjaan rumah terbesar program ini. Dengan kapasitas 50 kilogram Petasol per siklus dan lima ton sampah organik per hari, sebagian besar sampah yang masuk ke TPA Winong belum terolah melalui jalur baru tersebut.
Penambahan tenaga kerja dan penyederhanaan tahap penyiapan sampah plastik akan menentukan apakah target duplikasi 2027 realistis. Tanpa perbaikan di dua sisi itu, kapasitas pengolahan diperkirakan bertahan di kisaran angka saat ini.