Pencarian

229 Murid SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Ikuti Baitul Arqam Dua Hari, Dibina Jadi Generasi Qur'ani

Minggu, 25 Oktober 2026 • 05:32:01 WIB
229 Murid SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Ikuti Baitul Arqam Dua Hari, Dibina Jadi Generasi Qur'ani
Kepala SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Nursalam menyampaikan sambutan pada pembukaan Baitul Arqam.

SOLO — Kepala SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Nursalam, menyebut Baitul Arqam bukan sekadar agenda rutin tahunan. Menurut dia, program itu menjadi sarana pembinaan karakter dan kemandirian murid yang dirancang sejak awal.

"Program ini merupakan sarana strategis untuk melatih kemandirian para murid, menjadi momentum berharga untuk bermuhasabah diri, sekaligus memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur'an agar sesuai dengan kaidah tajwid yang benar," ujar Nursalam dalam sambutan pembukaan.

Kelas III Digembleng Akhlak, Ibadah, dan Menghargai Waktu

Rangkaian materi murid kelas III menghadirkan dua narasumber, Kak Junianto dan Kak Ilham. Keduanya membahas fondasi dasar seorang anak saleh dari sisi yang berbeda.

Kak Junianto menekankan empat pilar kekuatan yang perlu dimiliki anak saleh: kekuatan fisik, penguasaan ilmu pengetahuan, kemapanan harta, serta keteguhan iman dan akhlak. Ia juga mengingatkan murid soal pentingnya mensyukuri nikmat sehat dan waktu luang.

Mengacu pada hadis riwayat Bukhari, para murid diajak memanfaatkan masa pertumbuhan untuk kegiatan positif dan meningkatkan ketaatan kepada Allah Swt. Sementara Kak Ilham mengajak peserta memahami pentingnya mendirikan salat dengan khusyuk serta membiasakan membaca dan mencintai Al-Qur'an sebagai pedoman hidup.

Setiap sesi ditutup dengan pengerjaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Sesi tanya jawab dan pemberian hadiah bagi murid aktif membuat pembelajaran berlangsung interaktif.

Kelas IV dan V Belajar Seni Tilawah Lagu Nahawand

Di gedung utara, murid kelas IV dan V mendapat materi dari Tim Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LTQ) An-Nashru Solo. Mereka diperkenalkan pada pola dasar seni membaca Al-Qur'an, khususnya lagu Nahawand.

Ada tiga variasi pola nada yang dipelajari: tinggi-rendah, tinggi-sedang-rendah, serta tinggi-rendah-angkat tinggi-rendah. Murid diberi kesempatan maju ke depan mempraktikkan pola nada tersebut.

Kak Anas melanjutkan dengan materi kiat menjadi Muslim yang baik di era modern. Ia menekankan empat aspek utama: meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt., membentuk akhlak mulia, berbuat baik kepada sesama, serta membiasakan diri tekun beribadah.

Murid juga diajak menjauhi perilaku perundungan atau bullying, baik melalui perkataan maupun tindakan. Pesan itu menjadi bagian dari pembentukan karakter agar nilai keislaman tercermin dalam perilaku sehari-hari, termasuk saat berinteraksi dengan teman.

Penilaian Kelompok: dari Kedisiplinan hingga Kebersihan Ruangan

Kegiatan dibagi menjadi dua lokasi agar pembelajaran sesuai usia peserta. Murid kelas III mengikuti materi di Ruang Haji Isa, gedung selatan, sedangkan kelas IV dan V di Ruang Muhtadi, gedung utara.

Salah satu murid kelas III, Kalani Lentera Insani, mengaku antusias mengikuti Baitul Arqam. Baginya, kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertama untuk belajar agama sekaligus berlatih disiplin dan tanggung jawab.

"Alhamdulillah, kelompokku terpilih menjadi juara 1. Sistem penilaian dimulai dari kedatangan peserta, ketertiban melaksanakan ibadah salat dan tadarus Al-Qur'an, kerapian menjaga kebersihan ruangan, skor tertinggi mengerjakan LKPD, dan prosesi penutupan," ucapnya.

Penilaian kelompok mencakup kedisiplinan hadir, ketertiban beribadah, kebersihan ruangan, hingga hasil pengerjaan LKPD. Artinya, kegiatan tidak hanya menekankan pemahaman materi, tetapi juga penerapan kebiasaan baik selama program berlangsung.

Bekal Menghadapi Era Disrupsi

Melalui Baitul Arqam, SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo berharap murid mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Kecintaan terhadap Al-Qur'an dan karakter mandiri, berprestasi, serta berakhlak mulia menjadi target jangka panjangnya.

Pembinaan tersebut juga disiapkan sebagai bekal bagi murid menghadapi tantangan era modern dengan tetap berpegang pada nilai agama dan karakter positif.

Follow pantaujateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mettanews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks