Pencarian

Sukoharjo Percepat Pompanisasi Sawah Guna Antisipasi Dampak El Nino

Selasa, 05 Mei 2026 • 15:17:01 WIB
Sukoharjo Percepat Pompanisasi Sawah Guna Antisipasi Dampak El Nino
Kementerian Pertanian percepat pemasangan pompa air untuk mengantisipasi kekeringan di Sukoharjo.

SUKOHARJO — Kementerian Pertanian (Kementan) mulai melakukan intervensi pompanisasi untuk mempercepat olah lahan dan masa tanam di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Langkah strategis ini diambil guna memitigasi risiko gagal panen akibat fenomena iklim El Nino yang mengancam ketersediaan air di sentra pangan tersebut.

Berdasarkan data luas baku sawah (LBS), Sukoharjo memiliki total 20.085 hektare lahan pertanian. Dari jumlah tersebut, luas tanam atau standing crop padi saat ini telah mencapai 14.573 hektare. Namun, pemerintah memetakan sekitar 6.516 hektare lahan yang tersebar di enam kecamatan berpotensi mengalami kekeringan dalam waktu dekat.

Enam Kecamatan di Sukoharjo Berpotensi Terdampak Kekeringan

Kecamatan Bulu menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian serius, khususnya di Desa Bulu. Di wilayah ini, Gapoktan Rukun Tani mengelola sekitar 152 hektare sawah yang mayoritas merupakan lahan tadah hujan. Ketergantungan yang tinggi terhadap curah hujan membuat kawasan ini sangat rentan saat musim kemarau panjang tiba.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pompanisasi adalah kunci utama untuk menjaga stabilitas produksi nasional di tengah tekanan iklim. Menurutnya, pemerintah tidak bisa hanya berpangku tangan menunggu hujan turun di tengah kondisi El Nino yang ekstrem.

"Dalam kondisi El Nino, kita tidak bisa bergantung pada hujan. Air harus kita datangkan. Pompanisasi menjadi solusi cepat agar petani tetap bisa tanam dan produksi tidak turun," kata Amran saat meninjau lokasi, Rabu (30/4).

Bagaimana Mekanisme Penyaluran Bantuan Pompa Air?

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Andi Nur Alam Syah, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan sesuai dengan kebutuhan spesifik di lapangan. Pemerintah tidak hanya menyediakan mesin pompa, tetapi juga membangun sistem pipanisasi untuk memastikan air sampai ke petak sawah petani.

Pihak Kementan telah memetakan kebutuhan di setiap kelompok tani agar bantuan tepat sasaran. Fokus utama program ini adalah mempercepat akses air sehingga jadwal olah lahan dan tanam tidak mengalami penundaan yang bisa mengganggu siklus panen tahunan.

“Kami memetakan kebutuhan di setiap kelompok tani. Bantuan difokuskan pada percepatan akses air, sehingga olah lahan dan tanam tidak tertunda. Saat ini, pompa yang sudah terpasang mampu mengairi sekitar 35 hektare lahan terdampak,” ujar Andi Nur Alam Syah.

Dukungan Pemkab Sukoharjo Terhadap Ketahanan Pangan

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mengapresiasi langkah cepat pemerintah pusat dalam merespons ancaman kekeringan di wilayahnya. Ia menilai bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa pompa air ini sangat krusial bagi keberlangsungan hidup para petani lokal.

"Bantuan ini sangat berarti bagi Sukoharjo. Tadi kita lihat langsung, pompa yang dipasang bisa segera dimanfaatkan untuk mengairi sawah petani," ungkap Etik saat mendampingi kunjungan kerja tim Kementan.

Melalui percepatan pompanisasi ini, Kementan optimistis kegiatan tanam di Jawa Tengah tetap berjalan sesuai target. Upaya ini diharapkan mampu menjaga produktivitas lahan sawah tadah hujan sekaligus memperkuat stok pangan daerah di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin dinamis.

Bagikan
Sumber: tabloidsinartani.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks