SUKOHARJO — Antusiasme warga miskin di Sukoharjo terhadap program Sekolah Rakyat terbilang tinggi. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo, dr. Yunia Wahdiyati, Selasa (12/5), mengatakan, para pendamping PKH kini sudah memegang data calon murid Sekolah Rakyat di masing-masing wilayah dampingan.
Pendamping PKH Jadi Ujung Tombak Penjaringan
Para pendamping PKH yang selama ini membina ribuan keluarga penerima manfaat menjadi garda terdepan dalam proses rekrutmen. Mereka langsung turun ke lapangan untuk memverifikasi dan memvalidasi data calon siswa.
“Pendamping sudah mulai menjaring. Mereka yang memegang data, jadi langsung bergerak,” ujar Yunia.
Siapa Saja yang Bisa Mendaftar?
Sekolah Rakyat menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan rentan miskin yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Program ini memberikan akses pendidikan gratis setara SMP dan SMA dengan sistem asrama.
Peminat di Sukoharjo disebut cukup lumayan, meski Dinsos belum merilis angka pasti pendaftar. Proses penjaringan masih berlangsung dan akan terus diperbarui.
Program Nasional dengan Skema Baru
Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Kementerian Sosial yang dirancang untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Dengan sistem asrama dan pembiayaan penuh dari negara, anak-anak dari keluarga prasejahtera bisa mengenyam pendidikan tanpa terbebani biaya.
Di Sukoharjo, program ini diharapkan bisa menjaring anak-anak putus sekolah atau yang terancam tidak melanjutkan pendidikan karena keterbatasan ekonomi.
Tahapan Seleksi dan Jadwal
Setelah data terkumpul dari para pendamping, Dinsos akan melakukan verifikasi akhir sebelum nama-nama calon siswa dikirim ke tingkat provinsi dan pusat. Proses seleksi meliputi verifikasi administrasi dan kesesuaian data dengan DTSEN.
Pemerintah pusat menargetkan Sekolah Rakyat bisa mulai beroperasi pada tahun ajaran baru mendatang. Sembari menunggu kepastian jadwal, Dinsos Sukoharjo terus menggencarkan sosialisasi ke desa-desa.