Pencarian

Kemnaker Latih 1.041 Penyandang Disabilitas Sepanjang 2026, Pusat Pelatihan Khusus di Bekasi Siap Dibangun 2027

Sabtu, 17 Oktober 2026 • 10:31:31 WIB
Kemnaker Latih 1.041 Penyandang Disabilitas Sepanjang 2026, Pusat Pelatihan Khusus di Bekasi Siap Dibangun 2027
Kemnaker melatih 1.041 penyandang disabilitas melalui sejumlah program vokasi sepanjang 2026.

BEKASI — Pelatihan yang dijalani 1.041 penyandang disabilitas tersebar dalam sejumlah program vokasi Kemnaker, mulai dari keterampilan teknis hingga kesiapan kerja. Sebagian peserta telah terserap di dunia usaha, sementara yang lain memilih merintis usaha mandiri sebagai sumber penghasilan.

Yassierli menyebut angka tersebut sebagai modal untuk memperluas program hingga akhir tahun. Menurutnya, pelatihan vokasi menjadi pintu masuk paling realistis bagi penyandang disabilitas untuk mendapat pekerjaan yang layak.

"Semoga bisa terus ditingkatkan sampai akhir tahun. Menurut saya, 1.041 ini satu capaian yang luar biasa karena kita ingin menghadirkan kesempatan yang sama kepada teman-teman disabilitas. Sebagian besar dari mereka sudah bekerja dan membuka usaha sendiri," ujar Yassierli saat menghadiri Orientasi Peserta Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch V Tahun 2026 di BBPVP Bekasi, Jumat (16/10/2026).

Pusat Pelatihan Khusus Disabilitas di Bekasi Mulai Dibangun 2027

Kemnaker menyiapkan pusat pelatihan khusus penyandang disabilitas di Bekasi dengan target pembangunan pada 2027. Fasilitas itu dirancang agar peserta bisa mengembangkan keterampilan sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing, bukan mengikuti satu kurikulum seragam.

Sejumlah program sudah disiapkan untuk pusat pelatihan tersebut, antara lain call center, teknologi informasi, barista, dan menjahit. Empat bidang itu dipilih karena dinilai relevan dengan kebutuhan pasar kerja sekaligus terbuka bagi peserta yang ingin berwirausaha.

Yassierli berharap pusat pelatihan tersebut menjadi percontohan pelatihan vokasi khusus penyandang disabilitas di Indonesia. Ia menegaskan pemerintah perlu terus hadir memperluas kesempatan bagi kelompok tersebut.

"Kita ingin teman-teman disabilitas tersenyum dan pemerintah hadir untuk mereka," kata Yassierli.

Cerita Fahri, Tunarungu yang Dapat Kerja di Kafe Usai Pelatihan Barista

Manfaat pelatihan vokasi dirasakan Muhammad Fahri (21), penyandang disabilitas tunarungu yang mengikuti pelatihan barista selama satu bulan. Setelah menyelesaikan pelatihan, Fahri mendapatkan pekerjaan di sebuah kafe.

"Manfaatnya, setelah mengikuti pelatihan, saya mendapatkan pekerjaan. Sekarang saya sudah bekerja di sebuah kafe," ujar Fahri melalui penerjemah bahasa isyarat.

Berbekal pengalaman tersebut, Fahri mengajak penyandang disabilitas lainnya, khususnya sesama tunarungu, untuk mengikuti pelatihan vokasi sesuai minat dan kemampuan masing-masing. Pengalaman Fahri menjadi salah satu contoh bagaimana pelatihan berbasis keterampilan dapat mempercepat akses kerja bagi penyandang disabilitas.

Apa Langkah Kemnaker Selanjutnya

Kemnaker memastikan pelatihan vokasi bagi penyandang disabilitas berlanjut hingga akhir 2026 melalui serangkaian batch PVN. Setelah itu, pembangunan pusat pelatihan khusus di Bekasi menjadi agenda berikutnya pada 2027.

Pemerintah menargetkan fasilitas tersebut tidak hanya melayani peserta dari Bekasi, tetapi juga menjadi rujukan pelatihan vokasi disabilitas bagi daerah lain. Dengan begitu, kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas diharapkan tidak lagi bergantung pada satu balai pelatihan saja.

Follow pantaujateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: joglojateng.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks